Breaking News:

Anggaran Covid 19

Penyaluran BLT DD di Perpanjang Hingga September Dengan Besaran Rp 300 Ribu Perbulan

Masa penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) diperpanjang hingga bulan September 2020.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi penerima BLT 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Masa penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) diperpanjang hingga bulan September 2020.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kampar, Febrinaldi Tridarmawan, Kamis (2/7/2020) mengatakan perpanjangan masa penyaluran BLT DD ini mengikut pada PMK 50 tahun 2020,

dan juga Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia nomor 7 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2020.

"Berdasarkan aturan tersebut para penerima bantuan menerima jumlah bantuan berbeda dari sebelumnya senilai Rp 600 ribu perbulan, khusus bantuan bulan Juli sampai September perbulannya hanya senilai Rp 300 ribu," ungkapnya.

Febri mengatakan aturan ini ditujukan untuk lebih membantu masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi di masa Pandemi Covid 19.

Ia menuturkan untuk penyaluran BLT DD ini dianggarkan dari Dana Desa tiap desa.

Pemko Dumai Lakukan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020 untuk Tanggulangi Covid-19

Seluruh Komisioner KPU Riau Jalani Uji Swab Covid-19

Amerika Serikat dan China Kian Memanas, Perbankan Dilarang Berbisnis dengan Pejabat China

Menurutnya penyaluran BLT DD ke masyarakat jadi priotitas karena dimasa pandemi ini banyak masyarakat miskin baru akibat tekanan yang terjadi.

Febri menjelaskan meski penyaluran BLT DD jadi prioritas pemanfaatan dana desa, pembangunan di desa masih tetap dijalankan.

"Setelah BLT DD disalurkan baru pemerintah desa bisa menganggarkan untuk pembangunan," ucapnya.

Menurutnya pembangunan yang dilakukan di desa juga diarahkan untuk sektor produktif.

Sektor produktif yang dimaksud seperti melakukan pembinaan disektor pertanian ataupun UMKM.

Ia menuturkan alasan kegiatan pembangunan diarahkan ke sektor produktif dalam rangka menggenjot ekonomi masyarakat yang terpuruk di masa Pandemi Covid 19.

( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Ruby )

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved