Breaking News:

Berita Riau

Suasana Rapat Heboh, 2 Anggota DPRD Riau Bentang Spanduk, Buat Presiden RI, Gubri, Kapolri & Kapolda

Suasana rapat paripurna heboh, Kamis. Dua wakil rakyat ini tiba-tiba berdiri di atas panggung tepat di depan meja pimpinan DPRD Riau.

Istimewa
Aksi dua Anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Kuantan Singigi-Indragiri Hulu, Marwan Yohanis dan Komperhensi membuat suasana rapat paripurna heboh, Kamis (2/7/2020). Marwan dan Yohanes kemudian membentangkan selembar spanduk warga putih dengan tulisan warna hitam dan merah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi dua Anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Kuantan Singigi-Indragiri Hulu, Marwan Yohanis dan Komperhensi membuat suasana rapat paripurna heboh, Kamis (2/7/2020).

Dua wakil rakyat ini tiba-tiba berdiri di atas panggung tepat di depan meja pimpinan DPRD Riau.

Marwan dan Yohanes kemudian membentangkan selembar spanduk warga putih dengan tulisan warna hitam dan merah.

Aksi dua Anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Kuantan Singigi-Indragiri Hulu, Marwan Yohanis dan Komperhensi membuat suasana rapat paripurna heboh, Kamis (2/7/2020). Marwan dan Yohanes kemudian membentangkan selembar spanduk warga putih dengan tulisan warna hitam dan merah.
Aksi dua Anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan Kabupaten Kuantan Singigi-Indragiri Hulu, Marwan Yohanis dan Komperhensi membuat suasana rapat paripurna heboh, Kamis (2/7/2020). Marwan dan Yohanes kemudian membentangkan selembar spanduk warga putih dengan tulisan warna hitam dan merah. (Istimewa)

Aksi membentangkan spanduk spontan dilakukan oleh kedua anggota DPRD Riau saat paripurna penyampaian laporan reses Masa Sidang II periode Januari-April.

Sepanduk yang ditujukan kepada Presiden RI, Kapolri, Gubernur Riau dan Kapolda tersebut bertuliskan permintaan agar pemerintah segera mencarikan solusi terhadap konflik lahan yang terjadi antara masyarakat Kenegarian Siberakun, Kabupaten Kuansing dan PT Dulta Palma Nusantara yang sudah berlangsung sejak lama.

"Kami perwakilan dari masyarakat Kenegarian Siberakun, memohon keadilan. Kami minta kepada Bapak Presiden, Kapolri, Gubernur Riau dan Kapolda untuk dapat memberikan solusi atas sengketa yang terjadi antara masyarakat adat dengan PT Duta Palma Nusantara, kembalikan tanah ulayat kepada masyarakat adat," kata Marwan.

Kemudian tuntutan lain yang disampaikan Marwan terkait permohonan pembebasan lima orang masyarakat desa dan satu kepala desa yang kini tengah di tahan di Polres Kuantan Singingi akibat konflik lahan tersebut.

"Seharusnya aparat hukum dapat membaca kronologis dari peristiwa ini. Masyarakat ini memperjuangkan keadilan untuk mendapatkan hak-hak mereka. Mungkin ada yang tersulut emosi, namun tidak pantas juga rasanya sampai harus ditahan. Nah, kita minta negara hadir membela hak-hak masyarakat," ujarnya.

Marwan Yohanis mengatakan telah menerima aduan dari masyarakat Kenegerian Siberakun yang merupakan gabungan dari enam desa di Kecamatan Benai.

Perseteruan masyarakat dengan pihak korporasi harus segera diredam dan dituntaskan, agar tidak memunculkan persoalan baru.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved