Breaking News:

Wali Murid Korban PPDB Sistem Zonasi di Jember, Dwi: Sampai Anak Saya Stres, Dia Tertawa Sendiri

Para wali murid menemukan banyak kejanggalan dari sistem zonasi, yakni dugaan pemalsuan Surat Keterangan Domisili (SKD).

Editor: Guruh Budi Wibowo
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020 di Kabupaten Jeber, Provinsi Jawa Timur mendapat kecaman dari sejumlah wali murid. 

Pasalnya, PPDB yang menggunakan sistem zonasi ini menimbulkan banyak kecurangan.

Akibatnya, tak sedikit anak-anak yang menjadi korban.

Hal itu diungkapkan olebh belasan wali murid yang tergabung dalam persatuan orangtua peduli pendidikan anak mendatangi kantor DPRD Jember, Kamis (2/7/2020).

Mereka menyampaikan keresahan terkait PPDB sistem zonasi.

Para wali murid menemukan banyak kejanggalan dari sistem zonasi, yakni dugaan pemalsuan Surat Keterangan Domisili (SKD).

Wali murid menyebut ada anak yang rumahnya dekat dengan sekolah, tetapi gagal masuk.

Sedangkan anak yang jaraknya jauh dari sekolah, malah lolos karena menggunakan SKD palsu.

“Kalau tidak ada kecurangan mungkin saya terima,” kata Dwi Riska, salah satu wali murid dalam rapat dengar pendapat dengan komisi D DPRD Jember.

Dia mencontohkan, anak yang berasal dari Kecamatan Wuluhan dan Jenggawah, bisa masuk di SMAN 1 dan SMAN 2.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved