Breaking News:

187 PDP di Riau Meninggal Dunia, Penyelenggaraan Jenazah Sesuai Protokol Covid-19

Terhitung hingga Minggu (5/7/2020), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Riau yang meninggal dunia mencapai 187 orang.

Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Proses Pemakaman PDP Desa Sungai Alam Bengkalis, Rabu (8/4/2020) sore. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terhitung hingga Minggu (5/7/2020), jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Riau yang meninggal dunia mencapai 187 orang.

Seluruh PDP yang meninggal dunia untuk penyelenggara jenazahnya dilakukan sesuai standar penyelenggaraan jenazah pasien positif Covid-19.

"Seluruh PDP yang meninggal dunia ini proses penyelenggaraan jenazah disesuaikan dengan protokol penyelenggaraan jenazah pasien positif Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Minggu (5/7/2020).

Mimi mengungkapkan, jika dibandingkan dengan jumlah PDP yang sembuh dan sudah dipulangkan, angka kematian DPD di Riau memang relatif lebih kecil.

Hingga saat ini PDP di Riau yang telah dinyatakan sehat, negatif dan dipulangkan tercatat sudah 1.883 orang dari total keseluruhannya PDP di Riau sebanyak 2.189 orang.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Riau, Indra Yopi mengungkapkan sebagian besar PDP yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta yang sudah kronis.

Sehingga kondisi kesehatan pasien semakin cepat memburuk.

Ditambah lagi adanya gejala Covid-19. Seperti deman, batuk, pilek dan sesak nafas yang membuat pasien semakin terpuruk dan akhirnya tidak tertolong lagi nyawanya.

"Kasus PDP yang meninggal relatif dengan kondisi yang berat dan penyakit penyerta yang juga berat," kata ketua Tim Medis Penanganan Covid-19 RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ini.

Dokter spesialis paru RSUD Arifin Ahmad ini mengungkapkan, pada umumnya, PDP Covid-19 di Riau yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta yang sudah parah. Seperti stroke, DBD dengan pendarahan spontan, Diabetes Melitus yang tidak terkontrol dan usia tua.

"Beberapa pasien ada yang masuk ke rumah sakit dengan kondisi yang sudah ada mengalami pemburukan pada paru-parunya, sehingga sulit untuk ditolong, meskipun petugas medis kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved