Siak

Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran di Siak, Kejati Riau Panggil 5 Orang untuk Dimintai Keterangan

Jaksa Penyelidik Bidang Pidsus Kejati Riau, saat ini diketahui sedang mengusut dugaan penyimpangan anggaran di Pemerintahan Kabupaten Siak.

Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jaksa Penyelidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, saat ini diketahui sedang mengusut dugaan penyimpangan anggaran di Pemerintahan Kabupaten Siak.

Dugaan penyimpangan anggaran yang dimaksud, diduga terjadi di Badan Keuangan Daerah, Bappeda, dan Sekretariat Daerah Kabupaten.

Asisten Pidsus Kejati Riau, Hilman Azazi menyampaikan, sejauh ini sudah ada lima orang yang dipanggil dan dimintai keterangannya.

"Sudah lima orang atau lebihlah (dimintai keterangan)," ujarnya, Senin (6/7/2020).

Hilman mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

Hal ini dilakukan dalam rangka pengusutan dugaan rasuah yang terjadi tersebut.

"Belum saksi, baru dimintai keterangan saja," sebutnya.

Terbaru, pada Senin ini, jaksa memanggil eks Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Yan Prana Jaya Rasyid.

Ia saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau.

Informasinya dia datang ke Kantor Kejati Riau memenuhi panggilan jaksa sekitar pukul 08.30 WIB.

"Saya tidak pernah panggil Sekda ya, tidak tahu salah Sekda apa. Saya panggil Kepala Bappeda, BPKAD Siak periode saat itu," jelas Hilman.

Selain Yan Prana, beberapa nama lain yang juga sudah dipanggil adalah Hendri, dari Bappeda.

Ada pula Yurnalis, selaku mantan Kabag Kesra Pemkab Siak, yang kini menjabat Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Riau. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved