Breaking News:

Berita Riau

Modus Diangkut Campur Kelapa,Ditpolair Polda Riau Ungkap Penyelundupan1.062 Dus Rokok Ilegal Luffman

Secara kasat mata, tim kita hanya menemukan tumpukan kelapa. Seperti memuat kelapa. Setelah kita periksa, ternyata di bawahnya ada tumpukan dus rokok

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/RIZKY ARMANDA
Polisi saat mengekspos hasil pengungkapan penyelundupan rokok ilegal merk Luffman di Mako Ditpolair Polda Riau, Selasa (7/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim dari Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Riau, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan jutaan batang rokok ilegal merk Luffman.

Pengungkapan dilakukan di perairan daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat, perihal tentang adanya kegiatan penyelundupan rokok asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tujuan perairan Sungai Dendan, Kabupaten Inhil.

Tim Offensive Ditpolair Polda Riau, dipimpin Kompol Syamsuddin, bersama 2 unit tactical ship bergerak menuju lokasi yang dimaksud, Sabtu (4/7/2020), sekira pukul 14.00 WIB.

Hasil Rapid Tes Satu Tahanan Polres Dumai Riau Terdeteksi Reaktif

Saya Tak Pernah Bermimpi Mendayung Perahu Lintasi Kota, Banjir di Jepang Tewaskan 49 Orang

Polres Pelalawan Periksa Belasan Saksi, Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Koperasi Sungai Ara Perkasa

Saat melakukan penelusuran di sepanjang perairan di daerah itu, setibanya di perairan Kuala Selat, Kecamatan Kateman, tim menemukan 1 unit kapal dengan nama KLM Wan Rezki Jaya GT.34 tengah bersandar.

"Secara kasat mata, tim kita hanya menemukan tumpukan kelapa. Seperti memuat kelapa. Setelah kita periksa, ternyata di bawahnya ada tumpukan dus rokok," jelas Direktur Polair Polda Riau, Kombes Pol Badarudin, saat ekspos kasus, Selasa (7/7/2020).

Lanjut Badarudin yang turut didampingi oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Riau ini, kapal itu dijaga oleh dua orang laki-laki.

Mereka masing-masing bernama Jumak (52) dan Ibnu Hajar (40). Keduanya yang merupakan warga Tembilahan ini, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari pendalaman sementara terungkap, kapal itu dijadikan tempat penampungan rokok ilegal.

Informasinya, sebelumnya ada 2 speedboat yang mengangkut rokok itu.

Selanjutnya, rokok dibongkar dan dimasukkan ke kapal KLM Wan Rezki Jaya GT.34.

"Total rokoknya setelah dihitung, ada 1.062 tim. Terdiri dari 650 dus rokok Luffman warna merah dan 412 dus rokok Luffman warna silver.”

“ Semua rokok ini tidak ada cukainya, juga tidak ada label bahasa Indonesia. Jadi diperkirakan rokok ini dari luar," terang Kombes Badarudin lagi.

Adapun potensi kerugian negara yang diakibatkan kegiatan ilegal ini dipaparkan Badarudin, perbatang rokok sekitar 470 rupiah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved