Breaking News:

Saya Tak Pernah Bermimpi Mendayung Perahu Lintasi Kota, Banjir di Jepang Tewaskan 49 Orang

Akibat banjir yang melanda yang melanda Prefektur Kumamoto, tercatat 49 korban tewas dan 1 orang dikhawatirkan meninggal sampai Selasa kemarin

istimewa
Sebuah mobil terbalik di jalanan berlumpur, usai diterjang banjir di Hitoyoshi, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Minggu (5/7/2020). (KYODO NEWS via AP) 

"Kami tidak akan menyerah sampai akhir," janji Hamasaki.

Lebih dari 40.000 personel termasuk polisi, pemadam kebakaran, serta penjaga pantai dan tentara, dikerahkan untuk mengevakuasi para korban.

Sampai sekarang masih ada puluhan orang yang belum ditemukan.

Sungai yang meluap mengakibatkan jembatan hanyut dan menyulap jalanan jadi danau.

Akses penyelamatan hanya bisa dilakukan dengan rakit atau helikopter. Nobuko Murakami (78) yang rumahnya hancur karena diterjang tanah longsor mengatakan kepada media setempat, "Saya tak bisa tidur karena suara hujan memekakkan telinga."

"Saya sudah tinggal di sini lebih dari 50 tahun, tetapi saya belum pernah melihat hujan selebat ini. Saya tak tahu kapan bisa punya rumah lagi."

Lalu Kentaro Oishi yang mengelola bisnis arung jeram di resor sumber air panas Kota Hitoyoshi menerangkan kepada jurnalis AFP, layanan darurat menghubunginya untuk meminta bantuan.

"Saya 20 tahun berpengalaman di arung jeram, tetapi saya tidak pernah bermimpi mendayung perahu melintasi kota,” kata pendayung veteran itu kepada AFP.

"Sejujurnya, awalnya saya sangat takut ketika melihat permukaan air naik begitu cepat di sungai."

Lansia Jadi Korban Tewas

Halaman
1234
Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved