Breaking News:

Saya Tak Pernah Bermimpi Mendayung Perahu Lintasi Kota, Banjir di Jepang Tewaskan 49 Orang

Akibat banjir yang melanda yang melanda Prefektur Kumamoto, tercatat 49 korban tewas dan 1 orang dikhawatirkan meninggal sampai Selasa kemarin

istimewa
Sebuah mobil terbalik di jalanan berlumpur, usai diterjang banjir di Hitoyoshi, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Minggu (5/7/2020). (KYODO NEWS via AP) 

Yuju Hashimoto yang menjalankan biro pariwisata di resor sumber air panas di Yatsushiro, salah satu kota yang terdampak banjir di Prefektur Kumamoto, mengatakan kepada jurnalis AFP bahwa "tempat wisata yang indah berubah drastis hanya dalam semalam."

"Kerusakan itu di luar bayangan kami. Ini benar-benar di luar dugaan... Bencana ini adalah pukulan ganda karena resor sumber air panas kami sedang berjuang menghadapi dampak virus corona."

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami selanjutnya," ungkapnya.

Negeri Sakura saat ini sedang berada di tengah musim hujan tahunannya, yang sering menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Perubahan iklim juga berperan dalam bencana ini, karena atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak air, sehingga meningkatkan risiko banjir dari curah hujan ekstrem.

Pada 2018 lebih dari 200 orang tewas dalam banjir yang juga memporak-porandakan Prefektur Kumamoto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Kumamoto di Jepang, 49 Orang Tewas, 40.000 Personel Bantu Evakuasi"

Editor: Nurul Qomariah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved