Tempati Lahan TNI, Pemkot Magelang Diminta Balik ke Kantor Lama Daripada Keluarkan Rp 200 Miliar

Mendagri mengatakan tidak sanggup jika harus menanggung biaya penggantian lahan dengan nominal Rp 200 Miliar tersebut.

Kompas.com
Sejumlah personel TNI memasang plang kepemilikan di halaman Kantor Pemkot Magelang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penggunaan lahan TNI oleh Pemkot Magelang selama puluhan tahun menjadi polemik.

Baru-baru ini, Akademi TNI memasang patok di pekarangan Kantor Pemkot Magelang yang diakui sebagai lahan TNI

Baik pihak Akademi TNI maupun Pemkot Magelang sama-sama memiliki pendapatnya masing-masing tentang penggunaan lahan seluas 40 ribu meter persegi itu.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, pun mengaku sedang mencari solusi.

Lalu bagaimana faktanya?

Sejumlah anggota Akademi TNI hendak memasang patol plang di area kantor Walikota Magelang Jumat, (5/7/2020) lalu.
Sejumlah anggota Akademi TNI hendak memasang patol plang di area kantor Walikota Magelang Jumat, (5/7/2020) lalu. (Kompas.com/Ika)

1. Sudah Bicara kepada Presiden dan Mendagri

Tribun Jogja menuliskan, Akademi TNI menawarkan pilihan terakhir kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang untuk pindah dari kantor saat ini ke kantor lamanya.

Danjen Akademi TNI, Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantoro, mengatakan cara ini lebih mudah dan tak keluar biaya besar daripada cara yang lain, seperti mengganti lahan senilai Rp200 miliar maupun saling menghibahkan atau tukar guling.

Bambang mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Mendagri.

Mendagri mengatakan tidak sanggup jika harus menanggung biaya penggantian lahan dengan nominal Rp 200 Miliar tersebut.

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved