Breaking News:

Kampar

2 Hari Direndam Air Setinggi 2 Meter, Banjir Akibat Luapan Sungai Subayang di Kampar Mulai Surut

Banjir akibat luapan air Sungai Subayang yang melanda ini berdampak ke beberapa desa. Antaranya Desa Domo, Desa Kuntu, Desa Kuntu Darussalam.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: CandraDani
Handout/BPBD Kampar
Rabu (8/7/2020) siang luapan air Sungai Subayang sudah mulai surut di beberapa daerah di aliran sungai di beberapa desa, seperti Desa Domo, Desa Kuntu, Desa Kuntu Darussalam. 

"Tim kita saat ini masih mendata dilokasi berapa banyak desa dan warga terdampak," ucapnya.

Ia mengatakan kejadian meluapnya Sungai Subayang cenderung tidak berlangsung lama.

"Meluapnya Sungai Subayang sedikit banyak dipengaruhi ekosistem hutan yang mulai rusak," ungkapnya.

Menurutnya siang ini kondisi luapan air sudah mulai surut.

Sejak April Meluap

Pada awal April lalu, tingginya curah hujan 3 hari terakhir di wilayah Kabupaten Kampar, sejumlah daerah di daerah Kecamatan Kampar Kiri terendam banjir, Senin (6/4).

Banjir yang merendam sejumlah daerah ini disebabkan oleh meluapnya air sungai sejumlah anak sungai yang membelah beberapa daerah di Kampar Kiri.

Anak sungainyang meluap antaranya Sungai Subayang dan Sungai Setingkai di Kecamatan Kampar Kiri serta Sungai Lipai di Kecamatan Gunung Sahilan.

Kenaikan debit air beberapa Sungai di 2 Kecamatan ini telah mengakibatkan meluapnya air sungai hingga menggenangi beberapa ruas jalan penghubung antar desa di wilayah tersebut.

"Berdasarkan pemantauan dari jajaran Polsek Kampar Kiri ada beberapa ruas jalan desa yang terendam banjir," kata Kapolsek Kampar Kiri Kompol Yulisman.

Daerah yang terendam antaranya Jalan Lipatkain - Gema tepatnya di Km 2 Desa Teluk Paman Timur Kecamatan Kampar Kiri, Jalan Lipatkain - Gema tepatnya di Km 4 Desa Teluk Paman Timur Kecamatan Kampar Kiri, 10 rumah warga juga terendam air dengan ketinggian air selutut orang dewasa.

Selanjutnya Jalan Lipatkain - IV Koto Setingkai tepatnya di Km 17 Desa Sungai Raja Kecamatan Kampar Kiri,Jalan Kebun Durian - Simpang Tibun tepatnya di Km 1 dan 2 Desa Sungai Lipai Kecamatan Gunung Sahilan.

Kompol Yulisman menjelaskan bahwa akses jalan tersebut saat ini masih bisa dilewati kendaraan Roda 4 keatas, namun untuk kendaraan Roda 2 tidak bisa karena derasnya arus air yang melintasi jalan.

"Menurut keterangan masyarakat setempat, jika cuaca tidak hujan dalam satu hari maka air yang menggenangi jalan akan segera surut, namun apabila hujan kembali mengguyur wilayah Kampar Kiri dan sekitarnya, maka berkemungkinan besar debit air di 3 sungai akan kembali meningkat yang akan menggenangi pemukiman warga," jelasnya.

Ia mengingatkan warga diwilayah tersebut untuk waspada datangnya banjir jika hujan masih berlanjut dalam waktu dekat.(Ikhwanul rubi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved