Breaking News:

Rieke Diah Pitaloka Dicopot PDI-P dari Jabatan Pimpinan Baleg DPR, Ada Apa?

Politisi Rieke Diah Pitaloka diberhentikan fraksi PDI-P dari posisi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Editor: Sesri
Tribunnews/Jeprima
Politisi Rieke Diah Pitaloka saat menghadiri acara pelantikan anggota DPR,DPD dan MPR RI di Kompleks Parlemen DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). Rieke Diah Pitaloka terpilih kembali menjadi anggota DPR RI untuk ketiga kalinya. 

Vokal suarakan hak buruh

Selama menjabat sebagai anggota dewan, nama Rieke Diah Pitaloka cukup sering didengar.

Hal ini karena sikap vokal Rieke dalam menanggapi berbagai persoalan sosial.

Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Rieke Diah Pitaloka juga mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama "Yayasan Pitaloka" yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Tak hanya itu, meski sudah menjadi dewan kehormatan, Rieke masih kerap turun ke lapangan untuk mendampingi masyarakat yang tengah menyampaikan aspirasinya melalui aksi unjuk rasa.

Pada tahun 2018, bahkan Rieke turut serta dalam aksi May Day yang digelar di sekitar Monas.

Saat itu Rieke Diah Pitaloka hadir memimpin massa sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) dalam peringatan Hari Buruh Internasional itu.

Rieke menegaskan, dalam aksinya memperjuangkan nasib buruh, KRPI berjuang dengan damai tanpa harus ada caci maki terhadap pihak manapun.

Rieke mengatakan, dalam aksi ini, KRPI meminta agar pemerintah memperhatikan nasib para pekerja.

Harus ada Tri Layak yang didapat para buruh, yakni Kerja Layak, Upah Layak dan Hidup Layak.

Populer sebagai Oneng

"Oneng", itulah nama lain yang melekat pada sosok pesinetron dan penulis buku Rieke Diah Pitaloka. Nama itu tersemat padanya karena sempat membintangi serial sitkom Bajaj Bajuri.

Saat itu Rieke memerankan tokoh Oneng, seorang ibu rumah tangga yang sangat lugu dan dan berpendidikan rendah.

Ia digambarkan sebagai seorang wanita yang berpikiran lambat, selalu mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga, atau bukan sebagai wanita karier.

Namun peran Rieke di sitkom Bajaj Bajuri tersebut sangat bertolak belakang dari kehidupan sebenarnya. Rike merupakan wanita dengan pendidikan tinggi.

Ia merupakan Sarjana di Fakultas Sastra Belanda Universitas Indonesia (UI). Tak hanya itu, Rieke juga bergelar Sarjana Filsafat di STF Driyakara, Jakarta.

Lulus dari pendidikan S1, Rieke melanjutkan pendidikan di jurusan Filsafat UI.

Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat diterbitkan oleh Galang Press.

Tak hanya di bidang akademis, Rieke juga menunjukkan eksistensinya di isu-isu sosial dan politik.

Alhasil ia juga dikenal sebagai seorang aktivis yang vokal menyuarakan beragam keresahan masyarakat.

Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg, PDI-P Tunjuk M Nurdin"

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved