Breaking News:

Berita Riau

Tergiur Upah Rp 80 Juta, 2 Kurir yang Bertugas Menjemput 15,8 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Dumai

Kedua tersangka kurir itu diupah Rp 5 juta untuk setiap paketnya. Artinya jika 16 paket berhasil diantar mereka menerima akan uang sekitar Rp80 juta

Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Suhirman (baju merah) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sunarto saat mengekspos pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 15,8 kg, Kamis (9/7/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, sukses mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu.

Kali ini, total barang bukti yang berhasil disita petugas jumlahnya mencapai 16 paket besar. Beratnya setelah dihitung, total 15,8 kilogram.

Barang haram itu didapati petugas dari balik bangku tengah sebuah mobil yang melintas, usai keluar dari kapal penyebrangan di Kota Dumai, Senin (5/7/2020) lalu.

Petugas turut mengamankan dua orang yang berperan sebagai kurir penjemput, masing-masing berinisial DDM (36) dan YH (49).

Mereka merupakan warga Duri, Kabupaten Bengkalis, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir.

Ternyata Sudah Disidangkan, Kasus Penyelundupan Sabu 10 Kg dan 30.566 Butir Ekstasi di Dumai Riau

4 Terdakwa Penyelundupan Sabu 10 Kg‎ dan 30 Ribu Lebih Pil Ekstasi Di Dumai, Sudah ke Meja Hijau

Disebutkan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman, sabu senilai miliaran rupiah itu dijemput oleh dua orang kurir tersebut untuk diserahkan kepada seorang pengendali berinisial SM di Kota Dumai.

"Pengendali berinisial SM ini, sudah menunggu di sebuah rumah makan di Dumai. Komunikasinya dengan dua tersangka kurir yang menjemput sabu itu, memakai sandi 'Barang Panas'," sebut Suhirman saat ekspos kasus, Kamis (9/7/2020), dengan turut didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.

Lanjut Suhirman, kedua tersangka kurir itu diupah Rp5 juta untuk setiap paketnya. Artinya jika ada 16 paket, keduanya menerima akan uang sekitar Rp80 juta, jika sabu berhasil dikirim.

Dibeberkan Kombes Suhirman, pengungkapan ini bermula dari proses penyelidikan yang cukup panjang.

Awalnya berdasarkan informasi masyarakat, diketahui akan ada pengiriman sabu asal Negeri Jiran Malaysia, yang masuk lewat Pulau Rupat menuju Kota Dumai.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved