Breaking News:

Pelalawan

Usai Tetapkan 1 Tersangka, Kejari Pelalawan Bidik Keterlibatan Pihak Lain di Tipikor BBM Dinas PUPR

Penyidik menetapkan MY sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tipikor di Dinas PUPR dalam belanja BBM untuk mobil dumptruk, alat berat, kendaraan lain

TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Gedung kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan yang berdiri di komplek perkantoran Bhakti Praja. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas dan pelumas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2015 dan 2016.

Penyidik menetapkan MY sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tipikor di Dinas PUPR dalam belanja BBM untuk mobil dumptruk, alat berat, kendaraan lainnya. MU merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada pengadaan bahan bakar itu, sekaligus menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) sepanjang tahun 2015 sampai 2016 silam.

Mark Up Harga BBM, Mantan Pejabat Dinas PUPR Pelalawan Jadi Tersangka Tipikor

"Kami sudah melakukan gelar perkara setelah menerima hasil perhitungan kerugian negara (PKN). Kemudian kita tetapkan seorang tersangka," kata Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/7/2020)

Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH.
Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH. (Tribunpekanbaru.com/Johanes)

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan telah menemukan bukti kuat untuk penetapan tersangka selama proses penyidikan yang digelar. Jaksa menetapkan mantan pejabat Dinas PUPR Pelalawan berinisial MY sebagai tersangka dalam perkara ini. MY diduga orang yang paling bertanggungjawab atas kerugian negara yang ditimbulkan.

"Kami sudah menemukan dua alat bukti dalam penyidikan dan menetapkan seorang tersangka berinisial MY," ungkap Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (10/7/2020).

Anggota Sempat Direkrut dan Seragam Telah Dibeli, Paskibra Pelalawan Tahun Ini Ditiadakan

Kajari Nophy mengungkapkan, penyidik terus melakukan pengembangan atas perkara ini. Untuk membidik adanya pihak lain yang ikut bertangungjawab dan menikmati kerugian negara yang timbul. Jika ada bukti-bukti pendukung, potensi penambahan tersangka berkemungkinan terjadi kedepan.

Keterangan dan pengakuan MY sangat dibutuhkan dalam mengungkap tabir korupsi yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2 Miliar itu. Mantan pejabat Dinas PUPR yang telah masuk masa pensiun sebagai PNS itu dalam waktu dekat akan diperiksa sebagai tersangka.

"Ini terus kita kembangkan. Jika kemudian ada yang mengarah (pihak lain), tidak menutup kemungkinan bertambah (tersangka)," beber Kejari Nophy.

Perwakilan Terdakwa Tak Hadir, Hakim Tunda Sidang Perkara Karhutla PT Adei Plantation di Pelalawan

Korps Adhyaksa selama ini bekerja keras dalam mencari alat bukti yang cukup. Padahal disisi lain ada kasus Tipikor lain yang juga sudah masuk ke tahap penyidikan.

"Kita fokus menuntaskan kasus-kasus yang ada dan sudah masuk tahap penyidikan," tambah Nophy

Jaksa menjerat tersangka MY dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved