Karhutla
Masuk Musim Kemarau, BPBD Bengkalis Minta Masyarakat Waspada
Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitaran lahan maupun perkebunan yang di
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitaran lahan maupun perkebunan yang dimiliki.
Pasalnya kondisi saat ini dari informasi BMKG Riau khususnya Bengkalis tengah memasuki musim kemarau tahap kedua.
Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bengkalis Tajul Mudarris kepada tribun, Minggu (12/7/2020) siang.
Menurut dia, kondisi kemarau berdasarkan prediksi BMKG akan berlangsung sekitar dua bulan.
"Masyarakat kami minta waspada karena saat ini kondisi memasuki kemarau dengan cuaca panas tahap kedua. Dari prediksi BMKG akan berlangsung dari bulan ini sampai awak Oktober mendatang, untuk itu kita minta masyarakat tidak melakukam pembakaran disekitaran lahan dan kebun mereka,"tandasnya.
Meskipun sudah memasuki musim kemarau, beberapa wilayah Bengkalis memang masih sempat diguyur hujan beberapa waktu lalu.
Namun hujan yang terjadi tidak merata, hanya beberapa titik saja.
• Bahkan Batik pun Diklaim Oleh China, Netizen: Sebaiknya Kamu Mengklaim Covid Saja
• Klasemen Sementara Liga Inggris, 3 Tim Ini Bisa Dipastikan Degradasi Musim ini
• Pelaku Pembunuh Perwira Polisi Ditangkap, Ditembak Karena Melakukan Perlawan
Tim BPBD Bengkalis juga sudah meningkatkan patroli untuk memantau Karhutla di wilayah wilayah rawan dan menjadi langganan Karhutla.
"Kita sudah tempatkan personil di masing masing kecamatan. Tugas mereka setiap hari melakukan patroli memastikan tidak ada titik api muncul," terangnya.
Dengan jumlah personil yang ada, Tajul mengatakan BPBD Bengkalis siap menghadapi kemungkinan munculnya Karhutla. Karena ketersedian personil sudah merata di setiap kecamatan.
Sementara itu, kondisi sepekan terakhir Bengkalis sudah aman dari Karhutla. Sudah tidak ada titik api baru lagi yang ditemukan petugas.
"Dua pekan lalu memang sempat muncul di Rupat. Namun sudah berhasil kita padamkan dibantu personil gabungan TNI dan Polri serta masyarakat setempat. Sejak sepekan kemarin sudah tidak ada api muncul," tandasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Muhammad Natsir )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_helikopter_untuk_operasi_water_bombing_siaga_di_lanud_rsn_pekanbaru_1.jpg)