Breaking News:

Masyarakat Harus Tahu, Inilah Kriteria Pasien yang Harus Membayar Rapid Tes Senilai Rp 150 Ribu

Jadi harga untuk rapid tes Rp 150 ribu. Kemenkes : Jangan sampai dikomesilkan. Inilah kriteria pasien yang harus membayar rapid tes

Editor: Budi Rahmat
TRIBUN PEKANBARU / DODY VLADIMIR
Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan tes diagnosa cepat (rapid test) warga Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru di Kantor Lurah Tangkerang Selatan, Selasa (2/6). Tes cepat massal ini menyasar masyarakat di Kecamatan Bukit Raya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Masyarakat haru tahu ini. Bahwa yang harus membayar untuk rapid tes yakni pasien yang memang meminta untuk dilakukan tes tersebut.

Pasien tersebut merupakan pasien mandiri bukan dari pemerintah atau ditanggung pemerintah.

harga untuk sekalai rapid tes sudah ditentukan yakni Rp 150 ribu. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Kementrian Kesehatan melalaui Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tri Hesty Widyastoeti

Rapid test massal di Kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi, Kota Pekanbaru, Selasa (7/7/2020)
Rapid test massal di Kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi, Kota Pekanbaru, Selasa (7/7/2020) (TRIBUN PEKANBARU / FERNANDO SIKUMBANG)

PIhaknya menetapkan harga rapid tes tersebut agar tidak dikomersilisasikan

Dikatakannya  pihaknya tidak pernah memasang harga tertinggi eceran untuk alat rapid test.

Kemenkes, kata dia, menetapkan harga pemeriksaan rapid test sebesar Rp 150.000,-

"Jadi bukan harga eceran (alat) tertinggi ya. Tetapi setiap pemeriksaan rapid test di rumah sakit untuk pasien mandiri sebesar Rp 150.000," ujar Hesty dalam talkshow yang digelar secara daring oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (13/7/2020).

"Dan bukan yang (rapid test) dari bantuan pemerintah atau screening. Ini (khusus) untuk pasien mandiri di mana pasien itu meminta pemeriksaan rapid test," lanjutnya menegaskan.

Hesty lantas menjelaskan latar belakang penetapan batasan harga tertinggi untuk pelaksanaan rapid test.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved