Breaking News:

Pelalawan

Kerap Minta Japrem ke Sopir di Jalintim Pelalawan, Dua Pelaku Pungli Modus Piloks Diringkus Polisi

Penangkapan 2 tersangka berawal dari video di media sosial terkait sopir truk yang dilempari kaca mobilnya dan mengenai kepalanya hingga terluka

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK memimpin pers rilis yang didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Novaldi serta Kasubag Humas Iptu Edy Harianto terkait kasus pungli sopir truk, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Polsek Pangkalan Kerinci meringkus dua pelaku Pungutan Liar (Pungli) terhadap sopir truk yang selama ini meresahkan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan Riau.

Pengungkapan kasus pemerasan dengan ancaman ini diekspos melalui konperensi pers di Mapolres Pelalawan pada Selasa (14/7/2020). Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK memimpin pers rilis yang didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Novaldi serta Kasubag Humas Iptu Edy Harianto.

Dua pria yang merupakan pelaku pungli dihadirkan yakni EPN (42) warga Jalan Mes Pemda Gang Selamet Kelurahan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci. Kemudian GM (38) yang tinggal di Terminal Lama Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Bejat, Pelaku Kepergok Istri Tindih Putri Kandungnya di Kamar, Sudah Berlangsung 2 Tahun Lebih

Simpan Sabu di Lemari Pakaian, Dua Pria di Pangkalan Kerinci Diringkus Polres Pelalawan

"Mereka kita jerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman selama sembilan tahun," tutur Kapolres Indra kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Polisi menyita barang bukti berupa satu buah stempel bertuliskan Pelalawan Lestari (PKL) berikut bantalannya, dua lembar kuitansi kosong, uang sejumlah Rp 300 ribu yang diduga hasil pungli.

Dua kaleng cat piloks, sebotol tinta warna hitam, selembar tempat pencetak PKL yang biasa disemprotkan ke bak truk, serta satu unit sepeda motor jenis Honda Vario berwarna putih dengan nonor polisi BM 3438 lJ yang digunakan saat beraksi.

Diguyur Hujan Seharian,Camat Ukui Pelalawan Sebut Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam Masih Aman

Oknum Mahasiswa Jadi Mucikari Prostitusi Online, Sukses 20 Kali Transaksi, Modus Terapi Pijat

Menurut Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Novaldi, penangkapan kedua tersangka berawal dari video yang beredar di media sosial terkait sopir truk yang dilempari kaca mobilnya dan mengenai kepalanya hingga terluka.

Video itu viral dan menjadi atensi atas kejahatan yang terjadi disepanjang Jalintim Pangkalan Kerinci ke Sorek. Lantas saat dilakukan penyelidikan, polisi mencium adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum di Jalintim Pangkalan Kerinci tepat di depan pos 1 PT RAPP.

Ternyata pada Kamis (10/7/2020) ada dua orang sopir lintas yang mengarah ke daerah Pulau Jawa menjadi korban pungli.

Mereka diminta uang Rp 250 masing-masing sebagai Jatah Preman (Japrem), agar aman saat melintas. Kemudian pada bak mobil dikasih tulisan pola PKL oleh kedua pelaku.

Setelah tawar menawar lantaran berat hati, terpaksa sopir itu memberikan uang Rp 150 ribu masing-masing. Selanjutnya mereka memilih melapor ke Polsek Pangkalan Kerinci.

PN Pelalawan Berhasil Lakukan Diversi Atas Perkara Pencurian yang Dilakukan Anak Dibawah Umur

Tak Punya Smartphone Siswa Jemput Tugas ke Rumah Guru,Belajar Daring Tahun Ajaran Baru di Pelalawan

 Dalam hitungan jam, Tim Opsnal Polsek Pangkalan Kerinci langsung meringkus kedua pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menyita barang bukti dari tangannya. Kedua pelaku mengaku belum lama beraksi melakukan pungli terhadap sopir-sopir. Namun tidak mengakui jika mereka pelaku pelemparan kaca mobil yang selama ini viral.

"Jadi mereka minta Japrem gitu, kalau mau aman lewat Kerinci. Yang ngasih diberikan tulisan piloks. Mereka mengaku masih baru, tapi akan kita dalami lagi," tandasnya Novaldi.

Polisi juga akan melakukan pengembangan terhadap pelaku pelemparan kaca truk yang menjadi perhatian masyarakat. Diduga masih ada kaitannya dengan terduga pelaku pelemparan itu. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved