Breaking News:

Sebut AS Biang Kerok di Laut China Selatan, Malaysia: Tiongkok 89 Kali Langgar Perairan Kami

Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan memiliki klaim sendiri yang tumpang tindih di Laut China Selatan

kompas
Malaysia geram dengan ulah China 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Baru-baru ini, China menuding Tiongkok telah mengganggu kedaulatan negara-negara di sana.

China mengatakan pihaknya tidak berniat mengubah Laut Cina Selatan menjadi kerajaan maritim dan mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mengobarkan perpecahan antara China dan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara. 

Hal itu diungkapkan China setelah Washington menggambarkan klaim China atas perairan kaya sumber daya di Laut China Selatan sebagai pelanggaran hukum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan upaya Washington untuk menabur perselisihan antara Beijing dan negara-negara Asia Tenggara akan gagal.

Ia juga membalas Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan menggambarkan pernyataannya sebagai sebuah tuduhan yang tidak berdasar.

“China tidak berusaha menjadi kerajaan maritim. Tiongkok memperlakukan negara-negara tetangganya atas dasar kesetaraan dan melakukan pengekangan terbesar, ”kata Zhao dalam konferensi pers pada hari Selasa.

Zhao mengatakan AS adalah faktor destabilisasi di Laut Cina Selatan, karena terus mengirim kapal-kapalnya di lautan tersebut. "Upaya Washington untuk membangkitkan perpecahan tidak akan berhasil," katanya.

Namun, pernyataan dari China ternyata terbantahkan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Malaysia misalnya. Malaysia menyatakan, China telah menjadi biang kerok pengusik perdamaian di Laut China Selatan.

Menurut pihak Malaysia, kapal-kapal Penjaga Pantai dan Angkatan Laut (AL) Tiongkok menyusup ke perairan Malaysia di Laut China Selatan yang disengketakan sebanyak 89 kali sepanjang 2016 hingga 2019.

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved