Kepala Sekolah Mengundurkan Diri

Ijazah Siswa Terancam Tidak Ditandatangani Akibat Pengunduran Diri Kepala Sekolah di Inhu Riau

Ini terjadi ketika aktivitas belajar tatap muka kembali dimulai selama tiga hari belakangan.

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pengunduran diri 64 kepala SMP di Inhu membuat gempar dunia pendidikan.

Bahkan ini terjadi ketika aktivitas belajar tatap muka kembali dimulai selama tiga hari belakangan.

Akibat pengunduran diri tersebut, ijazah siswa terancam tidak ditandatangani.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Ibrahim Alimin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengimbau kepada para kepala sekolah agar menuntaskan penandatanganan rapor dan ijazah.

"Kita meminta kepada para kepala sekolah agar menyiapkan ijazah serta rapor," kata Ibrahim.

Ibrahim berkata persoalan ini akan segera disampaikannya kepada Bupati Inhu, Yopi Arianto.

"Hal ini akan saya sampaikan kepada Bupati Inhu, kebetulan saya belum ketemu Bupati karena Bupati sedang di luar kota," kata Ibrahim.

Sebelumnya diberitakan beredar kabar soal pengunduran diri 64 orang Kepala SMP Negeri se Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Informasi soal pengunduran diri para kepala sekolah tersebut berhembus kencang pada saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) memberikan izin untuk memulai sekolah tatap muka di sekolah setelah lebih dari empat bulan siswa belajar dari rumah.

Terkait pengunduran diri para Kepala SMP tersebut, Tribunpekanbaru.com telah mengkonfirmasi Plt Kepala Disdikbud Inhu, Ibrahim Alimin.

Halaman
12
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved