Breaking News:

Siak

Hendak Diantar ke Pekanbaru, 3 Truk yang Angkut Ribuan Karung Bawang Ilegal Diamankan Polres Siak

Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya menjelaskan 1.875 karung bawang merah beratnya 16.875 kilogram diduga dari luar negeri tanpa dokumen sah.

TribunPekanbaru/Fernando
Ilustrasi, bawang selundupan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Polres Siak berhasil mengungkap bawang dugaan selundupan asal luar negeri sebanyak 1.875 karung. Penangkapan bawang tersebut sebenarnya sudah lama yakni, Sabtu (23/5/2020) pukul 01.00 WIB di Jalan Lintas Sabak Auh, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.

"Ya, barang bukti sudah kita musnahkan pada 19 Juni kemarin dan disaksikan pada Jumat. Tetapi kasus ini terus berlanjut dan ditetapkan 5 orang tersangka," kata Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, Jumat (17/7/2020).

Ia menjelaskan, 1.875 karung (kampit) bawang merah itu beratnya 16.875 kilogram. Barang itu diduga berasal dari luar negeri dan tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal.

Kasus Dugaan Korupsi Senilai Rp 23,5 Miliar di Disdik Riau, Jaksa Segera Umumkan Nama Tersangkanya

"Setelah kita musnahkan dan kita berhasil menangkap 5 orang tersangka, yakni sopir dan kernet," kata dia.

Dari 5 tersangka itu di antaranya 3 supir colt diesel yang mengangkut bawang merah tersebut dan 2 orang kernetnya. Mereka adalah Sur (43), Sub (41) dan IS (27). Sedangkan dua kernet ES (35) dan BH (25).

Doddy Juga menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula saat personel Polres Siak melakukan patroli di sekitar Jalan Lintas Sabak Auh. Personel itu melihat 3 truk Colt Diesel yang melintas dan mengeluarkan aroma bawang. Karena kecurigaan itu, ia memberhentikan truk itu dan memeriksanya.

Lima Hari Menghilang, Remaja Kuansing yang Tenggelam di Sungai Kuantan Masih Belum Ditemukan

"Saat dicek ternyata truk ini mengangkut bawang merah, tapi supir tidak dapat menunjukan dokumen karantina. Makanya kelima orang ini dibawa ke Polres Siak bersama juga dengan truk dan bawang merahnya," kata Doddy.

Dari pengakuan tersangka, bawang merah itu mereka jemput di Pelabuhan Rakyat yang berada di Kecamatan Sabak Auh. Setelah semua bawang merah selesai dimuat kedalam mobil cold diesel barulah muatan bawang merah tersebut ditutup dengan terpal.

"Bawang merah ini mereka tutup dengan terpal warna biru dan setelah itu ke 5 pelaku langsung keluar dari dalam pelabuhan rakyat menuju ke Pekanbaru untuk mengantarkan bawang kepada pemiliknya di Pasar Arengka untuk dijual. Pemiliknya SA hingga kini masih terus kita buru," jelasnya.

Sering Tertangkap di Bengkalis dan Dumai, BNNP : Pengedar Alihkan Pola Penyelundupan Sabu Via Inhil

Terhadap pelaku diterapkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Pasal 33 Ayat (1) huruf a,b,c Jo Pasal 86 huruf a,b,c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan atau Pasal 480 ke 2e KUHPidana Jo Pasal 55 Ke 1e KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved