Breaking News:

Pelalawan

PPDB dan Tahun Ajaran Baru Tuntas, Pekan depan Belajar via Daring dan Luring Dimulai di Pelalawan

Menurut Disdikbud Pelalawan sistem luring diterapkan bagi daerah yang sulit akses internet dan gadget, sehingga tugas harus dijemput ke sekolah.

unsplash @nickmorrison
Ilustrasi Belajar via online atau daring. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Pelalawan Riau telah selesai dilaksanakan. Seluruh unit pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) sederajat telah menerima siswa baru sejak pekan lalu.

Dalam proses PPDB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan beserta sekolah-sekolah menerapkan sistem online di beberapa sekolah yang banyak diminati masyarakat.

Sedangkan sebagian besar lainnya masih menjalankan sistem lama, tatap muka dengan para calon siswa. Sistem yang digunakan yakni jalur zonasi, afirmasi, prestasi, serta pindah tugas dengan persentasi yang telah ditentukan.

Yayah sedang mengunjungi rumah siswanya yang berada di pelosok Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dia menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya yang tidak memiliki telepon selular untuk belajar lewat jarak jauh.
Yayah sedang mengunjungi rumah siswanya yang berada di pelosok Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dia menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya yang tidak memiliki telepon selular untuk belajar lewat jarak jauh. (DOK/Kompas.com)

"PPDB susah selesai dan sekarang tengah mempersiapkan tahun ajaran baru kepada siswa. Memang sekolah masih diliburkan dan belajar tetap dari rumah," tutur Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, M Zalal S.Pd kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (17/7/2020).

Zalal tidak menampik ada persoalan yang timbul selama PPDB khususnya di sekolah-sekolah yang menjadi incaran calon siswa di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Jumlah pelamar membludak dan hampir dua kali dari daya tampung yang ada. Alhasil para calon siswa dipecah dan diarahkan ke sekolah lain yang kuotanya masih banyak kosong.

Anak Belajar Daring, Orangtua Ikut Pusing, HP Tak Punya Harus Pinjam, Pulsa Internet Pakai Ngutang

Memprihatinkan, 50 Persen Siswa di Kota Besar Ini Tak Miliki Gadget untuk Belajar Daring

Mengurai calon peserta didik itu ke sekolah terdekat menjadi solusi yang terbaik. Poliemik itu memang tiap tahun terjadi dan selalu mampu diatasi agar semua calon siswa bisa bersekolah.

Kepala Bidang Pengembangan SMP Disdikbud Pelalawan, Yasri Budu, untuk persiapan tahun ajaran baru, sekolah telah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru yang telah diterima. MPLS digelar mulai tanggal 15 sampai 18 Juli ini dengan sistem bertahap untuk menghindari kerumunan. Selain itu, sekolah juga telah menggelar pertemuan dengan komite sekolah dan orangtua murid terkait sosialisasi sistem belajar di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Untuk masa belajar tahun ajaran baru akan dimulai pekan depan. Kita memakai dua cara yakni daring dan luring," pungkas Yasri.

Diterangkannya, sistem belajar daring mengharuskan siswa mempunyai perangkat internet dari telepon genggam maupun peralatan lainnya.

Tren WFH dan Belajar Daring Dongkrak Penjualan PC Dunia Kuartal II-2020, Naik Hingga 11 Persen

Tak Punya Smartphone Siswa Jemput Tugas ke Rumah Guru,Belajar Daring Tahun Ajaran Baru di Pelalawan

Proses belajar mengajar berlangsung secara online, dimana guru berada di sekolah sedangkan siswa tetap di rumah dan dipertemukan di dunia maya. Cara ini bisa diterapkan di daerah yang jaringan internetnya lancar dan siswanya mempunyai perangkat pendukung.

Guru SD di Sumenep, Madura, kunjungi satu per satu rumah murid selama masa belajar di rumah, karena keterbatasan fasilitas belajar siswa di rumah.
Guru SD di Sumenep, Madura, kunjungi satu per satu rumah murid selama masa belajar di rumah, karena keterbatasan fasilitas belajar siswa di rumah. (Facebook/Avan Fathurrahman)

Sedangkan sistem luring diterapkan bagi daerah yang sulit akses internet dan muridnya yang mempunyai keterbatasan dalam hal perangkat.

Alhasil peserta didik maupun orangtua siswa menjemput tugas serta bahan pelajaran ke sekolah untuk dikerjakan di rumah. Pasalnya guru-guru diwajibkan masuk sekolah selama belajar dari rumah diterapkan.

"Sesuai edaran kita kemarin, belajar dari rumah diperpanjang sampai tanggal 25 Juli. Untuk selanjutnya akan kita lihat perkembangan kondisi dan regulasi yang ada," bebernya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved