Breaking News:

Ada Pejabat Minta Periksa Suhu di Tangan, Satpol PP Pelalawan Keluhkan Pegawai Tak Kooperatif

Kepala Satpol PP Pelalawan Abu Bakar mengeluhkan adanya pejabat atau pegawai yang kurang kooperatif dalam pengecekan suhu tubuh

TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Personil Satpol PP Pelalawan melakukan pengecekan suhu tubuh pejabat dan pegawai serta pengunjung kantor Bupati Pelalawan pada Senin (20/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam menanggulangi Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pelalawan Riau mulai mengaktifkan pemeriksaan suhu tubuh di pintu gerbang kantor bupati.

Beberapa personil Satpol PP siaga di depan gerbang untuk mengecek suhu tubuh seluruh pegawai, pejabat, maupun tamu yang berkunjung ke kantor bupati.

Pemeriksaan menggunakan thermo gun itu telah berlangsung tiga pekan ini.

Seluruh pengunjung kantor bupati diwajibkan mematuhi aturan yang menjadi bagian dari protokol kesehatan tersebut.

Warga Sempat Melihat Sosok Ini, Kemudian Mendapati Jasad Bayi dengan Kondisi Mengenaskan

Lokasi Djoko Tjandra Diduga Kuat Ada di Malaysia, Presiden Jokowi Diminta Turun Tangan

VIDEO: Intip Fitur dan Performa Hyundai Kona

"Ini menjelang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB yang diprogramkan pemerintah daerah. Sekaligus menjaring adanya indikasi Covid-19," tutur Kepala Satpol PP Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (20/7/2020).

Abu Bakar menyebutkan, pihaknya kekurangan alat thermo gun untuk memperlancar pemeriksaan di pintu gerbang.

Sebab saat jam masuk kantor pagi hari, antrean menumpuk dan memanjang.

Jika ada alat thermal scanner tambahan akan dilakukan pembukaan pintu gerbang lainnya agar menambah akses masuk ke kantor bupati.

Selain itu, Abu Bakar mengeluhkan adanya pejabat atau pegawai yang kurang kooperatif dalam pengecekan suhu tubuh.

Ada beberapa oknum yang tidak mau "ditembak" pada bagian jidatnya oleh petugas dan malah minta diukur suhu di tangan.

"Kami minta semua pimpinan OPD atau pejabat serta pegawai agar mematuhi protokol kesehatan ini. Anggota saya ada yang dimarahi sampai ada yang minta dicek di tangan, bukan di jidat," ujarnya.

Dikatakannya, kerjasama yang baik dalam menghadapi pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan dengan semua kalangan.

Untuk menekan angka penyebaran virus Corona karena belum sepenuhnya berakhir.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved