Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Alhamdulillah, Harga Karet di Kuansing Riau Pekan Ini Naik Rp 150 Per Kilogram

Pada lelang tersebut, harga karet dibanderol Rp 7.455 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp 150 per kilogram dibanding pekan lalu

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
FOTO/ISTIMEWA
Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) Sepriadi dalam sebuah acara pelelangan karet. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Trend kenaikan harga masih terjadi pada penjualan karet. Ini didapat dari lelang pada Minggu malam (19/7/2020).

Pada lelang tersebut, harga karet dibanderol Rp 7.455 per kilogram atau mengalami kenaikan Rp 150 per kilogram dibanding pekan lalu.

"Trendnya masih naik," kata Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) Sepriadi, Selasa (21/7/2020).

Dikatakannya, perusahaan dari Sumatera Barat (Sumbar) menjadi pemenang lelang.

Jambret Depan RSJ Tampan Pekanbaru, Dikejar Polisi Akhirnya Tertangkap, Sudah Kali Keempat Beraksi

Fadia, Putri Pedangdut Arafiq Resmi Diusung PDI Perjuangan Maju Jadi Calon Bupati Pekalongan

BREAKING NEWS: Gaji ke-13 Cair Agustus 2020, Tidak Semua PNS Dapat Gaji 13

Sebanyak 41,5 ton karet dilelang saat itu.

Pihaknya membuka harga lelang di angka Rp 6.985.

Sepriadi mengakui, pihaknya tidak bisa membuat harga dasar tinggi-tinggi.

Harga karet sendiri terus menanjak sejak awal Juni 2020 lalu.

Hingga kini terus menunjukkan kenaikan.

Sistem pelelangan ini sendiri dimulai sejak Juli tahun lalu. Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran BOKAR (UPPB)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.

Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak.

Dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan.

Penetapan harga bersama dengan perwakilan perusahaan.

Harga hasil penjualan dengan sistem lelang ini lebih tinggi dari harga dari toke-toke karet lokal di Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing ).

Walau demikian, 99 persen petani karet di Kuansing tidak mau bergabung dengan asosiasi dan mengikuti penjualan karet dengan sistem lelang.

Sejauh ini, 99 persen petani karet di Kuansing lebih memilih menjual ke toke-toke lokal hasil panen kebun karet. Sisanya, 1 persen, ikut sistem lelang yang diinisiasi Pemkab Kuansing.

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved