Berita Riau
Hanya Sebagian Kecil SMP di Kuansing Riau Bisa Laksanakan Daring
Data dari Disdikpora Kuansing, hanya beberapa kecamatan saja yang sekolah SMP-nya semuanya daring
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Bukan hanya sekolah tingkat SD di Kuansing saja yang sebagian kecil bisa menggelar pembelajaran secara daring saat pandemi Covid-19 ini.
Sekolah tingkat SMP juga demikian.
"SMP juga hanya sedikit bisa daring," kata Kepala Bidang Dikdas Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PKL) Disdikpora Kuansing, Banjirman, Selasa (21/7/2020).
Data dari Disdikpora Kuansing, hanya beberapa kecamatan saja yang sekolah SMP-nya semuanya daring.
• Ketua Komisi Pemilihan Umum Pastikan Logistik untuk Penyelenggara Pilkada di Riau Aman
• Koalisi PKB dan PKS di Pilkada Inhu Riau Masih Pilih Pasangan yang Pas
• Lima Kecamatan di Inhu Riau Masuk Areal Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Seperti kecamatan Kuantan Tengah ada 8 sekolah, Cerenti ada 3 sekolah, Singingi 7 sekolah, Kuantan Hilir ada 4 sekolah, Logas Tanah Darat ada 5 sekolah.
Sedangkan kecamatan yang semua sekolahnya menggelar luring yakni Inuman 3 sekolah, Pangean ada 6 sekolah, Benai 5 sekolah, Kuantan Hilir Seberang 3 sekolah, Hulu Kuantan 3 sekolah.
Kecamatan lainnya yakni Kecamatan Kuantan Mudik ada 4 sekolah dimana 2 sekolah secara daring dan 2 lainnya luring.
Kecamatan Sentajo Raya 5 sekolah luring dan 2 lainnya daring. Gunung Toar, 3 sekolah luring dan 1 sekolah daring.
Pemkab Kuansing sendiri memutuskan pembelajaran di sekolah-sekolah tidak boleh tatap muka.
Sekolah diharapkan menggunakan pembelajaran sistem daring.
Banjirman mengatakan banyaknya sekolah yang menggelar sistem luring dikarenakan jaring internet di pelosok Kuansing belumlah bagus.
Sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran secara daring.
"Ini memang karena jaringan internet. Belum merata," katanya.
Disdikpora Kuansing sendiri sudah mengeluarkan petunjuk teknis untuk bekajar daring dan luring.
Dikatakannya, untuk pembelajaran secara luring, materi dan tugas dari sekolah dikirimkan lewat aplikasi WhatsApp.
Nantinya ditebtukan jadwalnya untuk mengumpulkan tugas-tugas tersebut ke sekolah.
"Kalau siswa yang tak punya WhatsApp, ditentukan hari perwakilan siswa yang mengambil materi dan tugas sekolah," katanya.
( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/disdikpora-kuansing-mengunjungi-beberapa-sekolah.jpg)