Breaking News:

Kepulauan Meranti

Bupati Meranti Tegaskan Jabatan Kepercayaan dari Pimpinan, Hak ASN Meliputi Gaji dan Tunjangan

Dijelaskan Bupati Irwan bahwa status dr. Aisyah adalah seorang Dokter yang merupakan tenaga fungsional dan bukan tenaga struktural

Tribun Pekanbaru/Istimewa/Humas Pemkab Kepulauan Meranti
Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir pada momen open house Idul Fitri 1440 H 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menegaskan bahwa pemindahan dr. Aisyah Bee menjadi dokter umum dari jabatan lama sebagai Kasi Yankes RSUD Kepulauan Meranti menjadi dokter umum Puskesmas Selat Panjang sebagai bagian dari penata kelolaan pelayanan kesehatan.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, saya sebagai ketua Gugus tugas tentu harus mengatur bagaimana mengantisipasi jika terjadi ledakan Covid-19. Kita sudah mempersiapkan rumah sakit umum sebagai perawatan suspek dan lain sebagainya," ujar Bupati Irwan saat diwawancara Rabu (22/7/2020).

Dikatakan Bupati Irwan pelayanan RSUD Kepulauan Meranti sejauh ini telah memberikan pelayanan yang baik, dan cepat menyelesaikan masalah.

Pemkab dan KPU Kepulauan Meranti Riau Teken MoU Kerjasama Suksesi Pilkada 2020

Banggar DPRD Minta Pemkab Kepulauan Meranti Riau Tindaklanjuti Temuan BPK RI

"Bahkan kemarin sempat ledakan yang banyak, tempatnya tidak cukup sehingga kita memperbantukan pusat pelayanan Tebing Tinggi untuk menjadi cadangan," ujarnya.

Namun selama masa tanggap darurat saat ini dikatakannya perlu memperkuat keberadaan pusat kesehatan di kecamatan Tebing Tinggi.

"Sehingga kalau ada ledakan lagi mereka siap. Untuk itulah dokter Aisyah kita alih tugaskan ke sana dalam rangka tanggap darurat Covid-19 ini," ujar Bupati Irwan.

Dijelaskan Bupati Irwan bahwa status dr. Aisyah adalah seorang Dokter yang merupakan tenaga fungsional dan bukan tenaga struktural.

Bahas Sertifikasi dan Tampung Aspirasi, Bupati Meranti Bertemu Sejumlah Pengusaha Sagu

"Ketika mungkin tenaga dokter berlebih kita bisa saja menempatkan dokter pada tenaga struktural. Tapi ketika tenaga dokter dibutuhkan di tempat lain sesuai fungsinya mereka harus kembali difungsionalkan," kata Bupati Irwan.

Bupati Irwan juga mengatakan bahwa tidak ada permasalahan internal yang terjadi di internal RSUD Kepulauan Meranti terkait posisi dr. Aisyah.

Dirinya juga menilai bahwa keberatan dr. Aisyah atas pemindahan tersebut adalah hal yang tidak dapat diterima.

"Menurut saya tidak ada permasalahan. Dokter jadi dokter kok ribut, lucu menurut saya," ungkap Bupati.

Dirinya juga menambahkan tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemkab Kepulauan Meranti terkait pengalih tugasan dr. Aisyah.

Abrasi Ancam Rumah Warga, Gerus Daratan 8 Meter per Tahun di Kepulauan Meranti

"Kita tidak memberhentikan dan tidak ada mengangkat pejabat, saya fikir tidak usah dipolitisasi mengenai hal ini. Ini yang murni bagaimana mengelola tim medis kita terkait kejadian luar biasa ini (Covid-19)," tuturnya.

Terakhir Bupati Irwan juga menegaskan bahwa jabatan di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti bukanlah hak dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Meranti.

"Hak ASN itu gaji dan tunjangan. Yang namanya jabatan itu mutlak 100 persen mutlak kewenangan pimpinan saya sebagai kepala daerah. Itu adalah kepercayaan saya siapa yang akan akan saya tugaskan menjabat dimana." pungkas Bupati Irwan. (Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved