Breaking News:

Berita Riau

Speedboat Mogok, 9 Pekerja Migran yang akan Berangkat ke Malaysia Secara Ilegal Terdampar di Meranti

Para pekerja migran tersebut diamankan sekira pukul 09.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedabu Rapat Polsek Rangsang Barat Briptu Riki Andreas

istimewa
Anggota Polres Kepulauan Meranti menangkap satu unit kapal cepat atau speed boat berisi 9 pekerja migran yang diduga akan diberangkatkan ke Malaysia pada Selasa (21/7/2020) di perairan Kepulauan Meranti. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Aparat Kepolisian Resor Kepulauan Meranti Riau menangkap satu unit kapal cepat atau speedboat berisi sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perairan Kepulauan Meranti.

Mereka diduga akan diberangkatkan ke Malaysia pada Selasa (21/7/2020).

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Kasat Reskrim AKP Prihadi Tri Saputra menjelaskan para pekerja migran tersebut diamankan sekira pukul 09.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedabu Rapat Polsek Rangsang Barat Briptu Riki Andreas.

Balap Liar Marak di Dumai Riau, Ini Langkah Polres Dumai Mengatasinya

Ada Warga Tolak Petugas KPU karena Tidak Terima Bansos Covid-19 di Rohil Riau

Belum Jadi Suami, Pria di Bengkulu Jual Calon Istrinya untuk Modal Nikah, Tarifnya Buat Prihatin

"Informasi dari masyarakat bahwa dalam jalur sungai Senteng-Parit gantung sudah 2 hari terlihat 1 unit kapal bermuatan sejumlah orang yang tidak dikenali.”

“ Setelah menerima informasi Kapolsek Rangsang Barat beserta anggota langsung menuju ke TKP," ujar Prihadi kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (22/7/2020).

Dilanjutkannya, sesampainya tim di Desa Kedabu Rapat, dengan menggunakan perahu jenis pompong jaring, Kapolsek dan anggota menyusuri sungai tersebut.

Kemudian menemukan sebuah speedboat bermuatan 9 orang sedang terikat di batang bakau.

"Berdasarkan interogasi awal yang dilakukan oleh Kapolsek, diperoleh informasi bahwa sekelompok orang tersebut datang dari Batam dengan tujuan ke Malaysia bermaksud untuk mencari pekerjaan," ujar Prihadi.

Dalam perjalanan menuju Malaysia, kapal yang ditumpangi mengalami gangguan mesin dan akhirnya berhenti di Desa Kedabu Rapat untuk perbaikan dan sudah berada di lokasi ditemukan sejak hari Minggu dini hari.

"Diketahui pula bahwa kapal tersebut adalah milik Firdaus yang rencananya akan mengantar rombongan sampai ke Malaysia.”

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved