Breaking News:

Bagaimana Nasib Pembangunan Jembatan Tambak di Langgam, Begini Penjelasan Dinas PUPR Pelalawan

Rencana pembangunan itu diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 9 Miliar dari total dana yang telah dialokasikan untuk jembatan mencapai Rp 27 M.

Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Nasib pembangunan Jembatan Tambak di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 yang sempat terkatung-katung mulai menunjukan titik terang.

Setelah melalui perdebatan dan pertemuan panjang serta berkesinambungan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kesepakatan didapatkan untuk mengejar target pembangunan Jembatan Tambak. Jembatan yang telah lama diidamkan warga itu tetap dibangun tahun ini, namun tidak selesai sampai utuh.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, MD Rizal, pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Tambak dan Desa Sotol itu tetap dilanjutkan, meski waktu sudah mepet. Berdasarkan hasil pertemuan dan keputusan Pemda, pembangunan dilaksanakan secara parsial tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021.

"Tahun ini yang kita bangun yakni pancang jembatan saja. Untuk fisik secara utuh dilanjutkan tahun depan," terang MD Rizal, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/7/2020).

MD Rizal merincikan, rencana pembangunan pancang jembatan itu akan dimasukkan dalam APBD perubahan tahun 2020 ini.

Rencana pembangunan itu diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 9 Miliar dari total dana yang telah dialokasikan untuk jembatan mencapai Rp 27 M.

Dinas PUPR, kata dia, sedang membuat perhitungan secara teknis dan biaya untuk mendirikan pancang jembatan tersebut.

Kemudian mensinkronkan dengan waktu sisa waktu penggunaan anggaran yang dimiliki hingga akhir tahun 2020 nanti.

"Perhitungannya harus matang dan tenggat waktu kerja juga musti dihitung. Makanya kita akan masukan di anggaran perubahan," tandas MD Rizal.

Bakal Gigit Jari, Tak Semua PNS Peroleh Gaji ke-13, Berikut Golongan yang Tak Dapat

Ajak Istri Mabuk Miras Oplosan Lalu Leher Dicekik Hingga Tewas

Warga RW 01 Padang Terubuk, Kota Pekanbaru Ciptakan Lumbung Pangan Untuk Bantu Masyarakat Sulit

Pihaknya yakin jika pendirian tiang pancang itu terkejar dalam tahun ini. Kemudian selebihnya akan digenjot tahun depan hingga jembatan itu selesai dan bisa dipergunakan masyarakat.

Ketua Komisi lll DPRD Pelalawan, Monang Eliezer Pasaribu menyatakan, proses pembangunan Jembatan Tambak yang parsial merupakan hasil pertemuan terakhir pihaknya dengan Pemda.

Hal itu menjadi solusi terbaik dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur di Langgam. Sebab mengingat waktu yang semakin sedikit, tidak memungkinkan lagi membangunnya secara utuh.

"Hasil rapat kemarin kita sudah sepakat itu dibangun parsial. Sekarang eksekusinya ada di Pemda salam hal ini Dinas PUPR. Silahkan dilaksanakan," tandas politisi Partai Demokrat ini.

Pembangunan jembatan Tambak terkendala oleh berbagai faktor yang solusinya sudah ditemukan. Pihaknya akan turut mengawal dan mengawasi rencana pembangunan jembatan tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved