Breaking News:

Karhutla

Pengadilan Tinggi Korting Vonis Manajer Estate PT SSS, Perkara Karhutla, Ini Putusan Bandingnya

Putusan banding Pengadilan Tinggi yang diterbitkan lebih ringan dibanding vonis Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Sidang vonis terdakwa Alwi Omni Harahap Estate manajer PT SSS dalam perkara pidana Karhutla pada 23 April lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru mengkorting hukuman terhadap manajer estate PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS), Alwi Omni Harahap, dalam perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2019.

Putusan banding PT yang diterbitkan lebih ringan dibanding vonis Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

Sebelumnya PN Pelalawan menghukum Alwi Omni Harahap dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 2 bulan dengan denda Rp 2 Miliar dengan subsider tiga bulan kurungan.

Sedangkan vonis PT mengurangi pidana penjara menjadi 1 tahun dan 6 bulan. Sedangkan denda tetap Rp 2 M dan subsider berkurang menjadi 3 dua bulan.

"Terdakwa Omni Harahap dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas kelalaiannya. Amarnya sama dengan putusan dari PN sebelumnya," tutur Humas PN Pelalawan, Rahmat Hidayat SH MH, kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (26/7/2020).

Demi Belajar Online, Jailani Terpaksa Kuras Tabungan Beli Handphone Bekas untuk Anaknya

Pengen Dinikahi Menteri Prabowo Subianto, Siapa Sebenarnya Sari Sri Mulyati atau Bebizie?

Bocah Disuruh Cium Kaki Temannya 10 Kali untuk Minta Maaf, Pelaku: Tolong Hapus Video

Rahmat Hidayat menyebutkan, putusan banding diterbitkan pada 8 Juli 2020, sedang pengiriman berkas permohonan banding pada 12 Mei. Majelis hakim hakim yang menyidangkan perkara tersebut yakni DR Erwin Mangatas Malau SH MH dengan hakim anggota Jumungkas Lumban Gaol SH MH dan Made Sutrisna SH M.Hum, panitera pengganti Harmijaya SH.

 "Perubahannya hanya pada pidana penjara dari 2 tahun dan 2 bulan menjadi 1 tahun dan 6 bulan. Sedangkan amarnya yang lain sama," tambah Rahmat Hidayat.

Seperti diketahui, majelis hakim PN Pelalawan yang diketuai Bambang Setyawan SH MH didampingi Nurrahmi SH MH dan Joko Ciptanto SH MH memvonis Alwi Omni Harahap pada 23 April lalu.

Sepekan setelah vonis Kejaksaan Negeri Pelalawan menyatakan banding atas kasus itu karena tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan, denda Rp 3 M serta subsider 6 bulan kurungan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Pelalawan, Agus Kurniawan SH MH menyebutkan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Agung untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. Pasalnya, yang menyatakan banding pertama kali dalam perkara ini yakni JPU dari Kejari Pelalawan.

"Kita minta petunjuk dulu ke pimpinan dan dikoordinasikan ke Kejati dan Kejagung," tandas Agus Kurniawan.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved