Breaking News:

Berita Riau

Gadis Muda Nekat Akhiri Hidup,Depresi Orangtua Sering Cekcok,Ibu Syok Temukan Putrinya Gantung Diri

Depresi yang dialami gadis muda yang nekat gantung diri itu disebabkan karena sering menyaksikan pertengkaran orangtuanya

unsplash @thenightstxlker
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Seorang ibu histeris dan syok menemukan anak gadisnya tak bernyawa tergantung.

Kerika itu ibu rumah tangga tersebut baru pulang usai membeli beras dari warung tak jauh dari rumahnya.

Remaja putri berusia 15 tahun itu nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

Nyawa ABG berinisial AR tersebut melayang usai gantung diri menggunakan sabuk karate berwarna biru.

Mulai Hari Ini Pegawai Pemko Pekanbaru Kembali Bekerja dari Rumah, Kasus Positif Covid-19 Meningkat

Menggiurkan, Penghasilan ASN di Luar Gaji Pokok, Bisa Kantongi 6 Tunjangan, Berikut Besarannya

China-AS Makin Runyam,Hari Ini Batas Waktu Terakhir,Gedung Konsulat AS di Chengdu Wajib Dikosongkan

Depresi yang dialami warga Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau itu disebabkan karena sering menyaksikan pertengkaran orangtuanya.

Hal ini terungkap melalui keterangan saksi-saksi yang sempat berbicara dengan korban sebelum gadis muda itu melakukan aksi nekatnya.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Efrizal melalui Ps Paur Humas Aipda Misran mengungkapkan kejadian itu terjadi pada Sabtu (25/7/2020) sekira pukul 11.00 WIB.

Peristiwa bunuh diri tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban berinisial DA.

Berdasarkan kronologis yang diungkapkannya, ibu korban mengetahui putrinya telah tewas gantung diri setelah ia pulang ke rumah setelah membeli beras di warung.

"Namun sebelumnya, korban juga sudah menyampaikan niatnya untuk bunuh diri kepada ibunya," kata Misran.

Bahkan sebelumnya, AR pernah berkata kepada ibunya bahwa mandi yang dilakukannya pada Sabtu pagi itu merupakan yang terakhir kali.

Selain itu, di hari yang sama dua jam sebelum kejadian, korban juga bercerita kepada seorang tetangganya berinisial SD bahwa ibu dan ayahnya sering bertengkar.

"SD hanya bisa diam ketika korban menceritakan persoalannya, karena dirinya sering mendengar orangtuanya bertengkar," kata Misran.

Hingga akhirnya pukul 11.00 WIB, korban AR ditemukan tewas tergantung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved