Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

KPU akan Sosialisasi di Youtube, Instagram, dan Facebook untuk Kejar Target Partisipasi Pemilih

Baik itu melalui YouTube, IG, Facebook dan media sosial lainnya resmi milik KPU, serta seluruh akun penyelenggara Pilkada memaksimalkan sosialisasi

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
KPU akan Sosialisasi di Youtube, Instagram, dan Facebook untuk Kejar Target Partisipasi Pemilih 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tantangan berat akan dihadapi Komisi Pemilihan Umum ( KPU) saat menghadapi Pilkada serentak ditengah pandemi covid-19.

Berbagai cara akan dilakukan untuk mengajak masyarakat mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari pencoblosan nanti.

Seperti yang rencananya akan dilakukan KPU Riau, beberapa strategi sudah disiapkan mereka untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada sembilan Kabupaten dan Kota di Riau tahun 2020 ini.

Komisioner KPU Riau Divisi Partisipasi Masyarakat Sosialiasi dan SDM Nugroho Noto Susanto mengatakan, tantangan KPU untuk mengejar target partisipasi pemilih sangat berat.

Biasanya pada saat Pilkada kecendrungan partisipasi pemilih jauh dibawah bila dibanding dengan perhelatan Pemilu, masyarakat cenderung lebih apatis dengan Pilkada.

"Tantangan kedua yang akan kami hafapi pelaksanaan pilkada ditengah covid, tentunya ada kekhawatiran masyarakat atau pemilih nantinya untuk keluar rumah mendatangi TPS," ujar Nugroho Noto Susanto kepada Tribunpekanbaru.com Senin (27/7/2020).

Maka untuk menghadapi tantangan tersebut, langkah yang pertama dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi lewat media sosial, mengajak masyarakat untuk memilih dan ikut berpartisipasi di TPS nantinya.

"Baik itu melalui YouTube, IG, Facebook dan media sosial lainnya resmi milik KPU, serta seluruh akun penyelenggara Pilkada selalu memaksimalkan sosialisasi itu setiap saat," ujar Nugi sapaan akrabnya.

Berikutnya merangkul semua pihak yang punya kepentingan baik itu Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota, kemudian Forkompinda untuk membantu mengajak demi meningkatkan partisipasi pemilih.

"Ini sudah mulai kami lakukan dengan road show ke Kapolda Riau dan beberapa instansi lainnya," ujar Nugi.

Selain itu strategi lain adalah dengan memaksimalkan alat peraga sosialisasi baik itu baliho, spanduk, dan stiker yang akan dipasang pada titik-titik strategis, sehingga masyarakat bisa melihat langsung kapan dilakukan pencoblosan.

"Akan lebih dimaksimalkan pemasangan mulai dari Ibukota Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan hingga ke lokasi TPS harus dimaksimalkan," ujar Nugi.

KPU juga berinisiasi untuk mendatangi sejumlah influencer atau orang yang berpengaruh diyakini bisa mempengaruhi masyarakat di Riau yang nantinya akan diminta untuk mengajak masyarakat datang ke TPS saat pencoblosan.

"Ada beberapa influencer nantinya yang akan kita harapkan bisa membantu meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada," ujarnya.

Untuk mencapai target 77,5 persen partisipasi pemilih di sembilan Pilkada di Riau diakui KPU pekerjaan yang berat, karena dalam sejarah Pilkada di Riau hanya ada dua Kabupaten di Riau yang bisa mencapai target diatas 70 persen yakni Kuansing dan Rokan Hulu.

"Memang sangat berat, namun untuk mencapai target tentunya dengan usaha yang maksimal juga dari kami sebagai penyelenggara,"ujar Nugi. (Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved