Breaking News:

Update Covid 19

Mampu Deteksi Aroma Virus, Israel Kembangkan Alat Uji Virus Corona, Lebih Cepat dari Swab Tes

Israel kini sedang mengembangkan alat uji Virus Corona, Covid-19 berbeda dengan rapid tes ataupun swab tes yang sudah tersedia.

Editor: Ilham Yafiz
MENAHEM KAHANA / AFP
Seorang peneliti Israel mendemonstrasikan tes pernafasan coronavirus dengan mengeluarkan ke dalam tas kecil yang disebut "Air Trap" di laboratorium markas NanoScent di zona industri Misgav dekat kota utara Karmiel, pada 21 Juli 2020 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Israel kini sedang mengembangkan alat uji Virus Corona, Covid-19 berbeda dengan rapid tes ataupun swab tes yang sudah tersedia.

Alat uji Virus Covid-19 yang dikembangkan Israel ini mampu mendeteksi Covid-19 lebih cepat dari tes rapid dan tes swab.

Pengembangan alat uji Covid-19 di Israel itu dilakukan oleh perusahaan, NanoScent.

Alat uji virus corona model baru tersebut mampu mengeluarkan hasil hanya dalam waktu 30 detik saja.

Dalam pengembangan ini, NanoScent berada di bawah pengawasan langsung dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel.

Melansir Channel News Asia, dalam pengembangan alat baru yang disebut sebagai Breathalyser ini NanoScent mencoba memetakan aroma dan pola aroma dari masing-masing orang.

Setelah menganalisa napas dari sekitar 1.000 pasien Covid-10 di Israel, NanoScent akhirnya mampu mengidentifikasi aroma yang berkaitan dengan virus.

"Kami mengambil suatu pola, mencatat pola itu dan kemudian kami dapat mendeteksi apakah seseorang terjangkit, atau diduga terjangkit Covid-19," ungkap CEO NanoScent, Oren Gavriely pada AFP seperti dikutip dari Channel News Asia.

Peneliti Israel meneliti alat tes Covid-19 yang mampu mendeteksi Virus Corona lebih cepat.
Peneliti Israel meneliti alat tes Covid-19 yang mampu mendeteksi Virus Corona lebih cepat. (MENAHEM KAHANA / AFP)

Diruangan Karantina, Gadis 14 Tahun Disetubuhi Pasien Covid-19, Aksi Direkam Teman Pelaku

Heboh Jenazah Dikubur Pakai Daster di Medan, Begini Pedoman Mengafani dan Pemakaman Covid-19

Iran Klaim Mampu Membuat Obat Virus Corona, akan Dijual Bebas di Dalam Negeri

Sejauh ini uji coba yang sudah dilakukan berhasil menujukkan tingkat akurasi sampai 85%. Jika angka positif ini terus berlanjut, maka alat ini bisa langsung masuk ke tahap persetujuan dari regulator sebelum akhirnya diterjunkan ke masyarakat.

Selain bisa menunjukkan hasil dengan sangat cepat, alat ini juga diklaim memiliki biaya produksi yang relatif murah. Kepada AFP, Gavriely mengatakan bahwa alat ini kemungkinan memiliki harga kurang dari US$10 untuk satu kali tes.

Dengan harga yang murah itu, pemerintah bisa menghemat dana cukup besar dalam upaya melakukan tes virus corona secara luas pada penduduk.

Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel, Daniel Gold, meyakini bahwa alat baru ini bisa menjadi "game-changer" dalam upaya melawan wabah corona. Bukan hanya bagi Israel, tapi juga bagi semua negara.

Menghadapi wabah ini, Israel bisa dibilang sudah melakukan langkah yang cukup cepat dan berhasil mengurangi angka penularan sejak awal Mei.

Sayangnya sejak aktivitas sosial dibuka kembali, angka penularan mulai melonjak dengan cukup cepat. Negara dengan jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa ini mencatat lebih dari 1.000 kasus baru per hari dalam beberapa minggu terakhir.

Hal ini juga menimbulkan gelombang kemarahan publik yang menganggap pemerintah telah salah dalam mengambil langkah.

CEO NanoScent berharap alat tes cepat dan murah buatan mereka bisa membantu Israel mencapai keseimbangan antara upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Alat tes Covid-19 baru ini juga diharapkan bisa meningkatkan kembali kepercayaan rakyat Israel pada pemerintahnya dan memberikan rasa aman dalam berkativitas.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini sebelumnya tayang di Kontan

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved