Breaking News:

Pelalawan

BPJamsostek Pelalawan Serahkan Santunan JKK dan JKM kepada Ahli Waris Korban Laka Kerja

Jenis santunan yang diserahkan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

ISTIMEWA
BPJamsostek Pelalawan Serahkan Santunan JKK dan JKM kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerja pekan lalu di kantor Disnaker. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kabupaten Pelalawan menyerahkan santunan kepada ahli waris dari korban kecelakaan kerja yang ada di wilayah Pelalawan sepanjang Bulan Juli ini.

Pemberian santunan dilaksanakan pada pekan lalu langsung kepada keluarga yang terdaftar sebagai ahli waris. Jenis santunan yang diserahkan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

BPJamsostek Pelalawan bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengundang para ahli waris ke kantor Disnaker untuk menerima santunan tersebut, bersamaan dengann sosialisasi kenaikan manfaat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 82 Tahun 2019 bersama Dinas Tenaga Kerja.

Serapan APBD Pelalawan Belum Maksimal, Proyek Fisik Belum Jalan, DPRD Sebut Bupati Harris Lamban

Perwakilan BPJamsostek, Adrian Putra, dan perwakilan Disnaker Syamsul Alam yang merupakan Kabid Penempatan dan Rencana Kerja menyerahkan santunan kepada tiga orang ahli waris JKM.

Adapun penerima manfaat JKM yakni Tineke Silvana Fine Manalu, Hotman Cornelius Barus, dan Yuanita, mereka masing-masing menerima santunan Rp 42 juta.

"Santunan JKM itu diambah dengan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Semoga santunan ini bisa digunakan sebaik mungkin oleh ahli waris,” ungkap Andrian Putra kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (28/7/2020).

Sedangkan untuk santunan JKK diberikan kepada Suharmin sebagai ahli waris dari alm Zunaidi, yang mengalami kecelakaan kerja sewaktu pulang bekerja beberapa waktu lalu.

Pasien Positif Covid-19 di Pelalawan Tinggal Satu Orang, Dirawat di RS Pekanbaru

Ahli waris menerima santunan sebesar Rp. 89.916.820, ditambah manfaat jaminan pensiun sebesar Rp 350.700,- per bulan.

Adrian Putra menyampaikan, setiap pekerjaan mempunyai resiko sosial yang berbeda-beda, untuk itu masyarakat harus sadar pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pihaknya selalu berupaya untuk melindungi tenaga kerja di Pelalawan dengan melakukan sosialisasi kepada badan usaha, masyarakat yang bekerja mandiri yang disebut Bukan Penerima Upah (BPU), masyarakat yang bekerja mandiri atau pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved