Breaking News:

Harga TBS Sawit

Kenaikan TBS Sawit Riau Pekan Ini Merupakan Persentase Tertinggi

Harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau dalam sepekan ini terus mengalami kenaikan disemua kelompok umur.

istimewa
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi saat melakukan pengecekkan TBS Sawit. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau dalam sepekan ini terus mengalami kenaikan disemua kelompok umur.

Kenaikan harga TBS Sawit Riau tertinggi periode 29 Juli - 4 Agustus 2020 ini dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 183,68 per kilogramnya.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan naiknya harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun itu mencapai sekitar 10,95 persen dari pekan lalu.

"Hal ini jelas merupakan persentase kenaikan tertinggi selama ini. Atas kenaikan itu harga TBS periode ini menjadi Rp 1.860,43 per Kilogram (Kg). Naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Selasa (28/7/2020)

Faktor internal naiknya harga TBS periode ini jelas Defris, disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.

"Tercatat rata-rata kenaikan harga jual CPO mencapai Rp 695,05/Kg dan rata-rata kenaikan harga jual kernel mencapai Rp 271,41/Kg,"

Sedangkan untuk harga jual CPO, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 851,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 434,45/Kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 799,69/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara itu untuk harga jual kernel, Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 306,82/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 236,00/Kg dari harga minggu lalu.

Selanjutnya dari faktor eksternal tambah Defris, kenaikan harga TBS periode ini dipicu oleh penurunan produksi akibat fenomena alam.

Selain itu, penguatan harga CPO juga ditopang permintaan yang mulai membaik setelah relaksasi lockdown di India dan China yang merupakan pengimpor minyak nabati terbesar di dunia.

Halaman
12
Penulis: Rino Syahril
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved