Breaking News:

Serapan APBD Pelalawan Belum Maksimal, Proyek Fisik Belum Jalan, DPRD Sebut Bupati Harris Lamban

Hingga akhir Bulan Juli tahun ini serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan tahun 2020 masih rendah.

Penulis: johanes | Editor: Ilham Yafiz
istimewa
Bupati Pelalawan HM Harris bersama Ketua DPRD Adi Sukemi menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI Perwakilan Riau beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Hingga akhir Bulan Juli tahun ini serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) Pelalawan tahun 2020 masih rendah.

Padahal masa penggunaan anggaran tinggal lima bulan lagi.

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan realisasi APBD masih 35,15 persen.

Angka itu setara dengan Rp 538,86 Miliar dari total anggaran yang disahkan Rp 1,5 triliun.

Sedangkan untuk realisasi pendapat juga masih rendah berkisar Rp 651 M dari total APBD.

Kepala BPKAD Pelalawan, Devitson Saharuddin SH MH mengakui, jika progres serapan anggaran itu masih rendah dan belum sesuai target.

Hal itu disebabkan beberapa faktor yang memperlambat penggunaan keuangan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Pelalawan.

"Pastinya kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini sangat mempengaruhi semua sektor termasuk pemerintah daerah," tutur Devitson kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (28/7/2020).

Devitson merincikan, pegebluk corona menghambat aktivitas dan kinerja para pegawai dalam melaksanakan kegiatan yang telah disusun dalam buku APBD.

Kemudian refocusing angggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 63 M dan ditambah lagi dengan rasionalisasi anggaran sebesar 162 M akibat dana transfer pusat yang macet.

Refocusing dan rasionalisasi ini tentu mempengaruhi serapan anggaran.

Selain itu, lanjut Devitson, belanja sebesar Rp 538,86 M itu kebanyakan non fisik seperti pengadaan maupun kegiatan rutin serta pembayaran gaji maupun tunjangan pegawai.

Sedangkan proyek fisik hingga saat ini belum ada yang selesai dan masih tahap tender.

Padahal anggaran lebih banyak tersedot pada kegiatan pembangunan infrastruktur yang dijalankan beberapa dinas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved