Breaking News:

Berita Riau

Jasad Khadir Ditemukan di Seberang Rumah,Nelayan di Riau yang Tenggelam di Sungai Nilo Tak Bernyawa

Pria berusia 61 tahun itu ditemukan setelah upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan sejak pagi hari

istimewa
Proses evakuasi jenazah nelayan yang tenggelam di Sungai Nilo Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada Rabu (29/7/2020) sore lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Nelayan yang dikabarkan tenggelam di Sungai Nilo, Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (29/7/2020).

Nelayan bernama Khaidir itu diketahui tenggelam pada Rabu (29/7/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB saat mencari ikan di Sungai Nilo pada Selasa (28/7/2020) malam.

Pria berusia 61 tahun itu ditemukan setelah upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan sejak pagi hari.

KPU Dumai Riau Sosialisasikan Pencalonan Pemilihan Wali Kota pada Partai Politik

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban, Doa Menyembelih Hewan Kurban, Idul Adha 1441 H

Pakan Campur Kunyit untuk Budidaya Lele Sebagai Bisnis Alternatif di Masa Pandemi Covid-19

Tim yang terlibat yakni Satpol PP dan Damkar, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim Polair Polres Pelalawan, Basarnas Pekanbaru, dibantu oleh puluhan masyarakat yang mengerahkan kapal pompongnya.

"Proses pencarian yang kita lakukan sekitar delapan jam. Pukul korban kita temukan sekitar pukul 14.40 wib," ungkap Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (29/7/2020).

Proses pencarian menggunakan berbagai metode oleh tim gabungan. Mulai dari penelusuran menggunakan speedboat dan pompong dari hulu hingga ke hilir.

Menyisir di dekat lokasi ditemukannya sampan dan senter korban.

Bahkan membuat gelombang menggunakan kapal dengan harapan tubuh korban timbul ke permukaan.

Kemudian mengerahkan penyelam tradisional dari warga setempat.

Penyelam diturunkan di lokasi yang diduga tempat korban jatuh dari sampan.

Penyelam tradisional menggunakan bantuan angin dari mesin kompresor itu akhirnya berbuah manis.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved