Breaking News:

Berita Riau

Pakan Campur Kunyit untuk Budidaya Lele Sebagai Bisnis Alternatif di Masa Pandemi Covid-19

Budidaya lele ini bisa menjadi alternatif yang cocok bagi masyarakat. Dengan modal yang sedikit, bisa mendapatkan hasil yang luar biasa

istimewa
Peserta Kukerta Terintegrasi Universitas Riau (Unri) 2020 dan pembimbing serta pihak Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail di salah satu kolam percontohan yang disiapkan di kantor lurah Sukamaju, Kecamatan Sail Pekanbaru, Rabu (29/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bisnis budidaya lele menjadi salah satu alternatif usaha yang cocok bagi masyarakat ditengah pandemi saat ini, yang bisa dikerjakan di rumah tanpa harus banyak berinteraksi dengan orang lain.

Dengan budidaya yang tepat dan cermat, lele yang dipelihara dengan modal yang kecil, bisa meraup untung yang cukup lumayan saat panen dan bisa dipasarkan di mana saja.

Namun salah satu kendala dalam beternak lele adalah, sering matinya bibit di dalam kolam, karena kurangnya imun bibit lele saat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Sehingga perlu adanya tambahan pakan yang bisa meningkatkan imun lele tersebut.

Karyawan BRK Terkonfirmasi Positif Covid-19, Gubri Syamsuar Minta Semua Karyawan Uji Swab

Ngaku Punya Hubungan dengan Ratu, Pria Ini Sanggup Dapatkan Uang Rp 7 Triliun

Toko Putra Siregar Sempat Digeledah Hingga Jadi Tersangka, Putra Siregar Angkat Bicara: Aku Dijebak

Hal inilah yang menjadi dasar dan latar belakang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Terintegrasi Universitas Riau (Unri) 2020, yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail.

Salah satu kolam percontohan mereka siapkan di kantor lurah yang berlokasi di Kecamatan Sail Pekanbaru tersebut.

"Budidaya lele ini bisa menjadi alternatif yang cocok bagi masyarakat. Dengan modal yang sedikit, bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.”

“ Ini bibit sebanyak 500 ekor hanya Rp 60 ribu saja modalnya. Selanjutnya bahan kolam dari terpal, besi, slang, pipa, erator dan lainnya, diperkirakan biayanya kurang dari Rp 2 juta," kata Dr Ir Morina Riauwaty S MP selaku dosen pembimbing Kukerta Terintegras Unri tersebut.

Morina mengatakan, untuk membuat daya tahan tubuh lele menjadi lebih kuat, pakan perlu dicampur dengan bahan alami, yakni kunyit.

Kunyit bisa diolah oleh masyarakat sendiri dengan cara dibersihkan, dipotong dan diblender, kemudian dijemur, sehingga menjadi serbuk atau ekstrak kunyit.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved