Breaking News:

Berita Riau

Satu Tersangka Ditetapkan Polisi, Kasus 9 Pekerja Migran Ilegal di Meranti, Sudah Beraksi Setahun

MA diduga bertindak sebagai penghasut PMI lainnya saat itu agar mau berangkat ke Malaysia secara ilegal

istimewa
Pemulangan para pekerja migran yang terdampar di Kepulauan Meranti Riau difasilitasi oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Polres Kepulauan Meranti telah menetapkan satu tersangka terkait penemuan 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan Ke Malaysia namun terdampar di Kepulauan Meranti pada Selasa (21/7/2020) yang lalu.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Kasat Reskrim AKP Prihadi Saputra mengatakan, penetapan tersangka pria MA (44) penetapan tersangka sesuai dengan hasil identifikasi dan keterangan dari sejumlah saksi.

"Salah satu dari mereka atas nama Muhammad Amin (44) kita tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana perlindungan pekerja migran Indonesia dan keimigrasian," ujar Prihadi kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (29/7/2020).

Jasad Khadir Ditemukan di Seberang Rumah,Nelayan di Riau yang Tenggelam di Sungai Nilo Tak Bernyawa

KPU Dumai Riau Sosialisasikan Pencalonan Pemilihan Wali Kota pada Partai Politik

Menantu Tak Tahu Diri, Pernah Pukul Istrinya Kini Giliran Mertua Diajak Duel Hingga Pelipis Robek

MA merupakan 1 dari 9 PMI yang ditemukan pihak kepolisian saat itu. MA diduga bertindak sebagai penghasut PMI lainnya saat itu agar mau berangkat ke Malaysia secara ilegal.

"Berdasarkan keterangan dari 8 orang yang lain hadirnya mereka di kapal itu secara kronologis atas ajakan dari saudara MA," tutur Prihadi.

Kepada MA dikenai Undang-Undang Tindak Pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia junto Tindak Pidana Imigrasi.

"Ancaman hukuman kalau PPMI maksimal 10 tahun atau denda maksimal denda Rp 15 miliar, lalu Tindak pidana imigrasi minimal 5 tahun maksimal 15 tahun," jelasnya.

Dijelaskan Prihadi MA mengajak para warga lainnya untuk mendapatkan keuntungan dari ke delapan Pekerja Migran Indonesia lainnya.

"Modusnya itu dia yang mengajak orang masuk dan dia mendapatkan keuntungan dari itu,jadi dialah yang mekrut orang dan dia yang berangkat," tutur Prihadi.

Prihadi mengatakan MA telah melajukan aktivitas perekrutan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal selama kurang lebih setahun.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved