Breaking News:

Pelalawan

DLH Pelalawan Diminta Tegas, Legislator Kecam Pencemaran Sungai Kerumutan Limbah Perusahaan Ini

Jika ditemukan ada pelanggaran yang disengaja atau kelalaian dalam penanganan limbah oleh perusahaan, DLH harus mengambil tindakan tegas.

istimewa
Pengambilan sampel air Sungai Kerumutan yang diduga tercemar limbah PT Serikat Putra oleh Tim DLH dan diantarkan ke laboratorium kesehatan di Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pelalawan angkat bicara terkait bocornya pengelolaan limbah PT Serikat Putra hingga diduga mencemari Sungai Kerumutan di Kelurahan Rawang Empat Kecamatan Bandar Petalangan pada Selasa (28/7/2020).

Anggota DPRD Pelalawan, Nazaruddin Arnazh menyebutkan, dugaan pencemaran Sungai Kerumutan oleh PT Serikat Putra harus diusut secara tuntas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Agar masyarakat percaya dengan kinerja DLH dalam menindak kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit itu.

"DLH Pelalawan yang diberikan amanah oleh negara harus menunjukan tajinya. Telusuri terus secara detil," ungkap Nazaruddin Arnazh kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (31/7/2020).

VIDEO Sungai Kerumutan di Pelalawan Berubah Hitam dan Berbau Diduga Tercemar Limbah PT Serikat Putra

Jika ditemukan ada pelanggaran yang disengaja atau kelalaian dalam penanganan limbah oleh perusahaan, DLH harus mengambil tindakan tegas.

Sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan terkait lingkungan hidup harus dijalankan dengan transparan.

Di sisi lain, kata anggota dewan asal Kecamatan Bandar Petalangan ini menilai pengelolaan limbah PT Serikat Putra sangat amatiran hingga terjadi kebocoran yang merugikan semua kalangan termasuk lingkungan hidup.

Padahal PT SP merupakan perusahaan yang sudah lama beroperasi dan cukup besar lantaran berafiliasi dengan Salim Grup.

Antar Sampel ke Pekanbaru, DLH Pelalawan Dalami Dugaan Pencemaran Sungai Akibat Limbah Pabrik Sawit

DPRD menyayangkan melubernya limbah perusahaan sampai mencemari Sungai Kerumutan, memperpanjang persoalan antara PT SP dengan masyarakat tempatan.

Padahal sungai tersebut sudah dieksploitasi sebelumnya pada bagian Daerah Aliran Sungai (DAS) oleh perusahaan.

Masyarakat juga banyak yang menggantungkan kehidupannya dengan aliran air yang mengelilingi Kelurahan Rawang Empat itu.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved