Breaking News:

Rusia, China, dan Perusahaan Korea Utara Lakukan Serangan Cyber Besar-besaran, Uni Eropa Meradang

Rusia, Perusahaan di Korea Utara dan China mendapat asnksi dari Uni Eropa.

Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin, bersama Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolai Yevmenov. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia, Perusahaan di Korea Utara dan China mendapat asnksi dari Uni Eropa.

Sikap tegas Uni Eropa tersebut berupa sanksi perjalanan dan keuangan terhadap departemen dinas intelijen militer Rusia dan perusahaan-perusahaan dari Korea Utara dan China atas dugaan partisipasi mereka dalam serangan cyber besar di seluruh dunia.

Dalam sanksi pertamanya terkait dengan kejahatan dunia maya, Uni Eropa menargetkan departemen teknologi khusus dari dinas intelijen militer Rusia, yang dikenal sebagai Direktorat Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.

Sanksi itu disampaikan Uni Eropa pada hari Kamis (30/7/2020) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

Blok ini menuduh inteligen Rusia telah melakukan Cyber Crime dengan dua serangan cyber pada Juni 2017, yang melanda beberapa perusahaan di Eropa yang mengakibatkan kerugian finansial yang besar.

Layanan ini juga dituduh melakukan dua serangan cyber terhadap jaringan listrik Ukraina pada 2015 dan 2016.

Empat orang yang bekerja untuk dinas intelijen militer Rusia juga dikenai sanksi karena diduga ikut serta dalam serangan cyber terhadap Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Belanda pada April 2018.

KISAH Bocah 14 Tahun Jadi Komandan Begal, Terkenal Tega Terhadap Korban

Tangguhnya China, Huawei Bukukan Penjualan Ponsel Terbesar di Dunia di Tengah Gempuran Amerika

Perusahaan Korea Utara Chosun Expo juga mendapat sanksi karena dicurigai mendukung kelompok kejahatan dunia maya Lazarus, yang dianggap bertanggung jawab atas serangkaian serangan besar di seluruh dunia, termasuk pencurian US$ 81 juta terhadap rekening Bank Bangladesh di Federal Reserve Bank New York pada 2016, penipuan cyber terbesar di dunia.

Perusahaan itu juga diduga terkait dengan serangan terhadap studio film Hollywood Sony Pictures untuk mencegah perilisan film satir tentang pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 2014.

Sanksi itu juga menghantam perusahaan China, Haitai Technology Development, yang dituduh mendukung serangan siber yang dikenal sebagai Operation Cloud Hopper - yang bertujuan mencuri data sensitif komersial dari perusahaan multinasional di seluruh dunia. Dua individu China yang diduga terlibat dalam serangan itu juga dikenai sanksi.

Sanksi termasuk larangan perjalanan dan pembekuan aset. Individu, perusahaan, dan entitas EU lainnya dilarang menyediakan dana bagi mereka yang masuk daftar hitam.

( Tribunpekanbaru.com )

Artikel ini sebelumnya tayang di Kontan

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved