Breaking News:

Ikuti Webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kering 2020, Peserta Bisa Daftar Online

Riau menjadi salah satu daerah yang sering terjadi bencana asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Tribunpekanbaru.com
Webinar yang akan ditaja Tribun Pekanbaru, melalui Zoom Meeting mengusung tema tentang Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kering 2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Riau menjadi salah satu daerah yang sering terjadi bencana asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kondisi ini biasanya terjadi pada saat musim kering.

Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi kegiatan Web Seminar (Webinar) yang akan ditaja Tribun Pekanbaru, melalui Zoom Meeting yang mengusung tema tentang Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kering 2020.

Manager Promosi Tribun Pekanbaru, Meizar mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa (4/8/2020), pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB.

Menghadirkan keynote di antaranya Ir R Basar Manullang, MM selaku Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK.

Webinar ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, MSi.

Narasumber lain yang dihadirkan Dr Asep Karsidi, M.Sc sebagai Peneliti Ahli Utama Bidang Remote Sensing dan GIS dan kemudian Edwar Sanger, SH MSi selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau.

Selanjutnya Dr Ir Lailan Syaufina, M.Sc selaku Ahli Kebakaran Hutan IPB. Kemudian Purwadi Soeprihanto, S Hut ME selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, dan M Mardhiansyah, S Hut MSc IPU selaku Akademisi UNRI atau Koordinator DPW FKKM Riau.

Dikatakan Meizar, pihaknya mentargetkan sebanyak 200 peserta, yang berasal dari Polisi Hutan mahasiswa, NGO, swasta, masyarakat, dan berbagai kalangan dan institusi lainnya.

"Namun jika masih tinggi antusias dan jumlah peserta melebihi target, kita tetap buka pendaftaran. Untuk pemateri hingga Gubernur kita juga sudah konfirmasi. InsyaAllah beliau akan membuka acara ini," imbuhnya.

Untuk pendaftaran dikatakan Meizar tidak dipungut biaya atau gratis, dan dilakukan secara online melalui https://bit.ly/MusimKeringRiau2020. Untuk link zoom meeting akan dikirimkan sehari sebelum acara dimulai, setelah para peserta mendaftar melalui online tersebut.

Meizar menambahkan, kegiatan ini sangat penting sekali diikuti, sekaligus berbagai pihak bisa langsung menyaksikan dan mengikuti seperti apa langkah-langkah pihak terkait dalam mempersiapkan musim kering kali ini.

Apalagi periode Juli hingga Oktober merupakan bulan yang rawan terjadi Karhutla. Data Pencitraan Satelit Terra/Aqua jumlah hotspot atau titik panas dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen, selalu menunjukkan peningkatan pada Juli, dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

Sejak minggu kedua September hingga akhir September 2019, Terdapat 23.951 titik panas di Indonesia. Demikian data yang dikutip dari situs Global Forest Watch. Titik panas banyak terjadi pada lahan di luar konsesi yakni sebanyak 722 kejadian atau 72 persen dari total titik panas.

Kemudian disusul dengan adanya konsesi sawit sebanyak 137 kejadian atau 14 persen dari total titik panas. Sementara, penggunaan lahan untuk hutan tanaman industri merupakan urutan ke-3 yang menimbulkan adanya titik panas di berbagai wilayah dengan kejadian sebanyak 96 atau sebesar 10 persen dari total tersebut.

( Tribunpekanbaru.com /Alexander)

Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved