Breaking News:

Karhutla di Riau 2020

Karhutla di Riau, Pengamat : Kesombongan akan Mengundang Murka Tuhan, Ekonomi Bisa Jadi Alasan

Kesombongan akan mengundang murka Tuhan, dan memberi azab kepada kita. Jangan jadikan Karhutla celah untuk memperlemah wibawa negara kita.

Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
istimewa
Karhutla di Riau, Pengamat : Kesombongan akan Mengundang Murka Tuhan, Ekonomi Bisa Jadi Alasan. Foto: Kondisi lahan Karhutla di Riau, Kecamatan Rupat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkiat dengan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau Koordinator DPW Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat Riau, Ir M Mardiansyah S HUT MSc IPU memberikan penjelasan.

Menurutnya, terjadi trend kontradiksi antara grafik pertumbuhan dan luasan kebakaran di Indonesia.

Kebakaran selalu terjadi ketika tingkat ekonomi masyarakat mengalami penurunan.

Ini memberikan gambaran kepada kita potensi kebakaran erat kaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Merujuk data dari Sipongi milik KLHK, pada periode 2015-2020, Riau tidak pernah menduduki rangking pertama luasan lahan terbakar.

Meski di 2019-2020 ini luasan lahan terbakar di Riau menjadi yang tertinggi, tapi ini data sementara belum sampai akhir tahun.

Demikian juga halnya dengan jumlah titik api, di mana Riau juga bukan pemilik sebara titik api terbesar di Indonesia.

Karhutla di Riau, Pengamat : Kesombongan akan Mengundang Murka Tuhan, Ekonomi Bisa Jadi Alasan. Foto: Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla di Riau, tepatnya di Tanjung Putus Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.
Karhutla di Riau, Pengamat : Kesombongan akan Mengundang Murka Tuhan, Ekonomi Bisa Jadi Alasan. Foto: Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla di Riau, tepatnya di Tanjung Putus Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. (istimewa)

Namun Provinsi Riau selalu menjadi provinsi paling seksi untuk dibicarakan terkait Karhutla.

Oleh sebab itu, untuk membangkitkan marwah masyarakat Riau, tidak boleh berendah hati dan merasa paling berkontribusi atas terjadinya Karhutla.

Namun yang harus dilakukan adalah berjuang agar Karhutla tidak terjadi lagi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved