Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

HORE! AS Berhasil Buat Tiongkok Bertekuk Lutut, Beijing Kibarkan Bendera Putih dan Ingin Berdamai

hubungan AS-China dengan cepat memburuk pada tahun ini karena berbagai masalah, mulai dari Covid-19 hingga Laut China Selatan.

Youtube/ CGTN
Dubes China untuk AS Cui Tiankai 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiongkok akhirnya menyatakan diri ingin berdamai dengan Amerika Serikat

Beberapa waktu belakangan ini, hubungan kedua negara tersebut berada di titik nadir dan nyaris perang terbuka.

Kedua negara pun saling membalas dan mengerahkan masing-masing militernya di zona konflik.

Baru-baru ini, Duta besar China untuk Amerika Serikat pada hari Selasa (4/8/2020) memberikan pengakuan terkait ketegangan hubungan China dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, Beijing tidak ingin ketegangan dengan Washington meningkat lebih lanjut setelah aksi saling balas penutupan konsulat dalam beberapa minggu terakhir.

Reuters memberitakan, Duta Besar China untuk AS Cui Tiankai mengatakan dengan nada yang relatif bersahabat di forum virtual Security Aspendua, bahwa negara dengan perekonomian terbesar dunia itu harus bekerja untuk bekerja sama alih-alih saling berhadapan.

"Saya tidak berpikir Perang Dingin baru akan melayani kepentingan siapa pun. Mengapa kita harus membiarkan sejarah terulang ... ketika kita dihadapkan dengan begitu banyak tantangan baru?" kata Cui. 

Seperti yang diketahui, hubungan AS-China dengan cepat memburuk pada tahun ini karena berbagai masalah termasuk penanganan Beijing terhadap virus corona; isu soal Huawei; klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan; dan tindakan keras terhadap Hong Kong.

Pada kesempatan itu, Cui juga membantah kembali tuduhan Washington bahwa Beijing menggunakan taktik intimidasi di Laut China Selatan.

Dia mengatakan, semakin intensifnya kegiatan militer AS di wilayah tersebut meningkatkan risiko potensi konfrontasi.

Saat ditanya tentang masalah TikTok, aplikasi video pendek milik China yang terancam akan dilarang oleh Presiden Donald Trump pada 15 September, Cui mengatakan tidak ada bukti bahwa perusahaan tersebut berbagi informasi dengan pemerintah China .

Meskipun ada ketegangan, Cui mengatakan Washington dan Beijing bergerak bersama dalam kesepakatan perdagangan Fase Satu.

"Kedua tim ekonomi telah melakukan kontak satu sama lain di berbagai tingkatan..dan kami membuat kemajuan," katanya seperti yang dikutip Reuters.

(*)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved