Breaking News:

Kepulauan Meranti

Mengendap di Kas Daerah, Anggaran Tenaga Kesehatan Kepulauan Meranti Belum Juga Dicairkan

Hampir sebulan lalu uang itu masuk. Tapi belum dicairkan ke masing masing Nakes. Kata orang Dinas Kesehatan, mereka masih memverifikasi nama penerima

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi Insentif untuk tenaga kesehatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk mengakomodir insentif tenaga kesehatan (Nakes) Covid 19 di Kepulauan Meranti masih mengendap di kas umun daerah. Padahal anggaran tersebut telah diterima dari Pemerintah Pusat hampir sebulan lamanya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perbendaharaan dan Pembiayaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Alamsyah Mubarak saat ditemui di kantornya Selasa (4/8/2020).

Disampaikannya besaran uang yang ditransfer oleh Kemenkeu untuk biaya tersebut adalah Rp 1,6 miliar dan telah diterima pertengahan Juli 2020 lalu.

Untuk teknis dari pelaksanaan penyaluran ke masing masing Nakes, ia mengaku masih menunggu tindaklanjut usulan pencairan dari Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

Siswa di Selatpanjang Kembali Belajar di Sekolah, Mereka Senang, Belajar di Rumah Sulit dan Jenuh

"Iya hampir sebulan lalu uang itu masuk. Tapi belum dicairkan ke masing masing Nakes. Kata orang Dinas Kesehatan, mereka masih memverifikasi nama penerima," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, insentif Nakes sebelumnya dirapel per tiga bulan, mulai dari Maret 2020 sebanyak 343 nama, April 2020 ada 361 nama, dan bulan Mei 2020 dengan 278 nama.

Jumlah tersebut juga telah dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Asrul Meldi. Namun untuk proses pencairan ke masing masing Nakes, ia mengaku sebelumnya terhambat oleh aturan yang berbelit-belit.

Gara-gara Sepi Job Saat Pandemi Covid-19, Artis Organ Tunggal Gelar Demonstrasi, Gugus Tugas Izinkan

Kondisi itu dikatakannya tidak hanya dialami oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti, melainkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

"Saat uang itu diterima tidak disertai dengan petunjuk yang jelas dari pemerintah pusat makanya sedikit terhambat. Saat ini kami sedang verifikasi, jika udah selesai maka akan disalurkan," ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan dari Rp 1,6 miliar tersebut tidak bisa mengakomodir 100 persen tiga bulan insentif yang telah diajukan. Realisasi hanya sebesar 60 persen dan sisanya menyusul.

Selain itu, petunjuk usulan teknis tentang penyaluran insentif Nakes baru bari ini kembali ada perubahan dari Kemenkes dan Kemenkeu.

PEJABAT Kemenag Pelalawan Positif Covid-19, Tularkan Virus Corona ke 7 Orang, Kantor Tidak Ditutup

Menurutnya pemerintah memperpanjang pemberian insentif untuk tenaga kesehatan. Semula, insentif akan berakhir pada Juni kini akan berlanjut hingga Desember 2020 mendatang.

"Kemenkeu menetapkan penerbitan insentif sampai penghujung Desember 2020. Kemarin hingga Juni 2020 aja. Aturan ini baru semalam kami terima salinannya," pungkas Asrul.

Untuk diketahui pemberian insentif tenaga kesehatan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/278/2020 Tahun 2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Nakes yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19. (Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved