Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Sekolah di Kepulauan Meranti Mulai Belajar Tatap Muka Hari ini

Seluruh SMP di Kepulauan Meranti mulai melakukan proses belajar tatap muka di sekolah hari ini Rabu (5/8/2020). sejumlah aturan diberlakukan

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Seluruh SMP di Kepulauan Meranti mulai melakukan proses belajar tatap muka di sekolah hari ini Rabu (5/8/2020).

Seperti pantauan Tribun di SMP N 1 Tebing Tinggi, Selatpanjang para siswa tampak sudah memasuki kelas saat itu.

Walaupun demikian sejumlah aturan diberlakukan selama proses belajar tatap muka dilaksanakan.

Kepala Sekolah SMP N 1 Tebing Tinggi Alfian Husin mengaku sangat senang proses belajar sudah bisa dilakukan kembali di sekolah.

Hal ini dikatakan Alfian karena proses belajar daring kurang efektif dilakukan ketimbang belajar tatap muka.

"Kita sangat senang, karena selama proses pembelajaran daring maupun luring sangat banyak tantangan, banyak juga hambatan-hambatan," ujar Alfian.

Dirinya mengakui bahwa sekolah selama saat pandemi ini tidak sama dengan sebelumnya, dimana hal yang paling mencolok adalah dengan penerapan sejumlah aturan dan protokol yang harus diterapkan sekolah.

"Yang jelas banyak yang harus dikontrol sesuai aturan pemda, mulai dari pembatasan jumlah siswa di kelas, masuk harus melewati pemeriksaan suhu badan, menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak," ujar Efendi.

Sebagai antisipasi, kantin sekolah juga tidak dibuka pihak sekolah. Sehingga para orang tua atau wali disarankan untuk menyiapkan bekal untuk putra-putri mereka.

Untuk membatasi jumlah murid di dalam kelas, Alfian mengatakan membagi jam pelajaran bagi murid.

Dimana setiap kelas kini dibagi dua lokal yang berbeda, dimana setiap harinya siswa menerima jam belajar selama 2 jam.

Ada 3 sift jam pelajaran yang diberlakukan yaitu pukul 07:30-10.00, pukul 10:00-12.00 dan pukul 13:00-15:00.

"Karena sekolah kita saat ini ada 432 siswa, jadi harus kita bagi muridnya dan jam pelajaran. Setelah jam pelajaran habis jam pelajaran habis siswa sudah boleh pulang." Tutur Alfian.

Dengan sejumlah aturan baru Alfian mengatakan para guru sama sekali tidak terbebani, malahan para guru lebih bersemnagat karena proses penyampaian mata pelajaran bisa lebih efektif dilakukan.

"Sama sekali tidak ada hambatan, karena para guru juga lebih senang bisa mengajar secara langsung dan lebih efektif. Yang pasti sekolah di masa pandemi tidak sama dengan yang biasa, ini juga menuntut kita untuk beradaptasi seperti sekarang," Pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved