Breaking News:

Berita Riau

Terbanyak Ditilang Pengendara Tanpa Helm, Pelanggar Operasi Patuh 2020 di Inhu Turun Dibanding 2019

Data dari Satlantas Polres Inhu, jumlah kendaraan yang ditindak selama pelaksanaan operasi patuh di Kabupaten Inhu turun bila dibandingkan tahun 2019

TribunPekanbaru/Bynton Simanungkalit
Petugas Kepolisian dari Sat Lantas Polres Inhu mengecek surat-surat kendaraan bermotor dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Operasi Patuh Lancang Kuning tahun 2020 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau sudah berakhir pada Rabu (5/8/2020) lalu.

Sesuai jadwal, Operasi Patuh tahun 2020 yang digelar secara serentak se Indonesia berlangsung selama 14 hari.

Dimulai pada tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan 5 Agustus 2020.

Data dari Satlantas Polres Inhu, jumlah kendaraan yang ditindak selama pelaksanaan operasi patuh di Kabupaten Inhu menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Terpantau 68 Titik Api di Inhil Riau Sejak Awal Tahun, Paling Banyak di Kecamatan Kateman

Pelanggar Didominasi Pengendara Motor, Polres Bengkalis Riau Keluarkan 194 Surat Tilang

Terancam Gugur, Ada 1 Peserta CPNS Kepulauan Meranti Belum Daftar Ulang, Batas Tengah Malam Nanti

Demikian dijelaskan oleh Kapolres Inhu, AKBP Efrizal melalui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran pada Kamis (6/8/2020).

"Jumlah pengendara kendaraan bermotor yang ditindak selama Operasi Patuh Lancang Kuning 2020 jauh menurun dibanding angka pelanggaran dalam operasi yang sama pada tahun 2019 lalu," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah pelanggaran aturan lalu lintas sebanyak 799 pengendara.

Jumlah tersebut dibagi menjadi tindakan penilangan sebanyak 294 pelanggar, kemudian pengendara yang ditegur sebanyak 505.

Selanjutnya, jenis pelanggaran yang banyak terjaring saat operasi untuk pengendara sepeda motor adalah tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 146 pelanggaran.

Sedangkan jenis pelanggaran yang dominan dilakukan oleh pengemudi mobil, baik roda empat atau lebih adalah tidak memakai safety belt atau sabuk keselamatan, yakni sebanyak 14 pelanggaran.

Kemudian, usia pengendara yang ditilang saat operasi ini lebih banyak dilakukan oleh anak-anak usia 0-15 tahun yakni sebanyak 94 orang.

Selain itu, selama pelaksanaan operasi Patuh Lancang Kuning tercatat satu kali terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak satu orang.

"Sejak awal hingga operasi selesai, masih banyak dijumpai masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan, untuk itu kita senantiasa mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan, mengingat jumlah penderita Covid-19 masih tinggi," ucap Misran.

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved