Ajaran Islam
Bacaan Sayyidul Istighfar: Segera Hafal dan Amalkan, Lafalkan di Siang dan Malam Hari
Selain memohon ampunan atas segala dosa, Istighfar juga bernilai ibadah bagi umat Islam yang mengamalkannya.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kerap terdengar bagi kita lafaz Istighfar dibaca seusai melaksanakan sholat.
Selain itu, Istighfar juga kerap diucapkan oleh umat Islam ketika mendapat ujian atau cobaan.
Namun, ternyata mengucapkan lafaz Istighfar dianjurkan sesering mungkin.
Istighfar merupakan permohonan ampunan atas dosa-dosa kepada Allah SWT.
Selain memohon ampunan atas segala dosa, Istighfar juga bernilai ibadah bagi umat Islam yang mengamalkannya.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu beristighfar setiap saat.
Allah berfirman dalam Al Quran: "Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih." (QS. Hud: 90)
Sayyidul Istighfar menurut Rasulullah
Rasulullah SAW mengajarkan sebuah kalimat istighfar yang merupakan pemimpin dari segala Istighfar atau disebut sayyidul istighfar untuk dibaca umatnya.
Ini dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhari.
Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (Muttafaqun 'alaih).
Bacaan Sayyidul Istighfar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma Anta Rabbii La Ilaha Illa Anta Khalaqtanii wa Ana 'Abduka wa Ana 'Ala 'Ahdika wa wa'dika Mastatha'tu A'udzu Bika Min Syarri Ma Shana'tu Abu'U Laka Bini'matika 'Alayya wa Abu'U Bidzanbii Faghfirli Fa Innahu La Yaghfiru Adz Dzunuba Illa Anta.
Artinya:
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.
Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku.
Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bacaan-sayyidul-istighfar-arab-latin.jpg)