Breaking News:

Beban Rakyat Makin Berat, MA Tolak Gugatan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Peluang masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan lebih murah pupus sudah seiring putusan MA yang menolak gugatan tersebut.

Kompas.com / Luthfia Ayu Azanella
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peluang masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan lebih murah pupus sudah.

Tadinya peluang itu masih ada menyusul gugatan atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA).

Akan tetapi kini peluang itu tertutup seiring putusan MA yang menolak gugatan tersebut.

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyayangkan putusan Mahkamah Agung ( MA) yang menolak permohonan uji materi mereka terhadap Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan.

Menurut Sekretaris Jenderal KPCDI Petrus Hariyanto, dengan ditolaknya permohonan ini, tertutup kemungkinan untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Akibatnya, banyak rakyat yang ekonominya semakin terbebani, apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini.

"Kami menyanyangkan putusan tersebut," kata Petrus kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020).

"Kami harus menyatakan putusan MA tidak memperhatikan situasi rakyat yang sedang tercekik hidupnya. Akan semakin berat menjalani situasi dalam pandemi Covid-19 ini," ucap dia.

Petrus Hariyanto mengatakan, dengan ditolaknya gugatan ini, maka tertutup peluang untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan melalui upaya hukum.

Agar pasien cuci darah tak terbebani dengan kenaikan tersebut, KPCDI bakal menagih Komisi IX DPR RI yang sempat berjanji untuk meminta Kementerian Sosial memasukkan pasien cuci darah sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Halaman
123
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved