Breaking News:

Bupati Agam Indra Catri Bersama Sekda Ditetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Anggota Dewan

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Agustus 2020.

Editor: CandraDani
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Bupati Agam dua periode Indra Catri saat ditemui di hotel Bumi Minang Kota Padang belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) telah menetapkan  Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto sebagai tersangka  pencemaran nama baik Anggota DPR, Mulyadi.

Meski telah ditetapkan tersangka, namun  Indra Catri dan Martias Wanto belum ditahan.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Agustus 2020.

"Saat ini belum dilakukan penahanan, nanti akan ditindaklanjuti oleh Ditreskrimsus," kata Satake Bayu, Selasa (11/8/2020).

Pak Prabowo dan Pak Nadiem Mohon Ditindaklanjuti, Siswa Senang Belajar Berkat Wifi di Tiap Koramil

Kata dia, surat penetapan sebagai tersangka sudah disampaikan kepada yang bersangkutan.

Disebutkannya, penetapan tersebut setelah melakukan penyidikan dan mengambil keterangan saksi ahli.

Disebutkannya, ada sebanyak 18 saksi yang diperiksa.

Termasuk juga yang diperiksa saksi ahli di bidang IT, ahli bahasa dan ahli kriminologi.

"Hasil labfor forensik, dan pada Jumat (7/8/2020) dilakukan gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, dari hasil tersebut ada tersangka tambahan," sebutnya.

Tersangka pertama MW (Martias Wanto) umur 54 sesuai penetapannya Nomor 32/VIII/2020/Ditreskrimsus, tanggal 10 Agustus 2020.

Kedua, IC ( Indra Catri) umur 59 laki-laki, sesuai dengan surat penetapan Nomor 33/VIII/Reskrimsus/ 2020, tanggal 10 Agustus 2020.

Curhat Ketidakharmonisan Orangtua di Facebook, Anak Kandung Dilaporkan Anggota DPRD ke Polisi

"Saat ini yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka. Perannya turut serta dalam perkara tersebut," ujarnya.

Kasus ini berawal dari laporan atas nama Revli Irwandi. Bentuk pencemaran nama baik itu terjadi di media sosial Facebook yang diketahui akun bodong.

Akun tersebut bernama Mar Yanto yang memposting foto sekaligus kata-kata yang tidak pantas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved