Breaking News:

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian, Begini Tanggapan Bupati Agam Indra Catri

Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah Agam Martias Wanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Barat.

Editor: Sesri
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Bupati Agam dua periode Indra Catri saat ditemui di hotel Bumi Minang Kota Padang belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bupati Agam Indra Catri angkat bicara terkait penetapannya sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI asal Sumatera Barat bernama Mulyadi.

Polisi telah menetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekretaris Daerah Agam Martias Wanto sebagai tersangka.

Mereka ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara pada 7 Agusutus 2020.

Kata Indra, pihaknya menghormati proses hukum yang dilaksanakan oleh penegak hukum.

Selain itu, ia juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan senantiasa menghormati asas praduga tak bersalah.

"Sebagai warga negara yang baik, patuh dan kooperatif terhadap hukum dan penegakan hukum. Sebelumnya saya telah memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut. Selanjutnya, melalui berita yang ramai, saya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Indra.

Bupati Agam Indra Catri Bersama Sekda Ditetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Anggota Dewan

Bantu Warga Berpenghasilan Kecil Punya Rumah, Kampar Dibantu 1.390 Unit dari Program BSPS PUPR

Tambah Empat Pasien Positif Covid-19 di Kuansing Riau, Total Sudah Ada 21 Pasien

Sambung Indra, untuk langkah selanjutnya ia menyerahkan kasus tersebut kepada penasehat hukumnya.

"Pembelaan diri pada kami tentunya baru bisa dilakukan pada saat persidangan. Saat ini, karena sedang dalam tahapan pemeriksaan dan pemberkasan, dengan sendirinya upaya pembelaan diri belum bisa dilakukan," kata Indra.

Terkait dengan kasus yang tengah dialaminya, Indra pun mengimbau dan mengajak kepada semua pihak khususnya warga Kabupaten Agam, simpatisan, dan pendukung untuk selalu bersabar dan menahan diri.

"Marilah kita hormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved