Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Simalakama Bernama Era New Normal

Proses belajar mengajar di masa era new normal pandemi Covid 19 bagaikan makan buah simalakama, dilematis dan ironis.

Editor: Rinal Maradjo
KOMPAS.COM
Novi harus numpang belajar online di rumah teman karena tak punya ponsel pintar 

Maka kesiapan satuan pendidikan (sekolah) dalam memenuhi sarana prasarana protokol kesehatan covid 19 haruslah benar-benar dipenuhi dan dijalankan secara disiplin dan ketat.

Setumpuk persoalan baru tersebut antara lain, ketidaksiapan orang tua (latar belakang pendidikan maupun penguasaan teknologi) mendampingi anak ketika belajar di rumah.

Akibatnya, banyak kasus KDRT bermunculkan terhadap anak.

Banyaknya tugas yang diberikan guru sehingga anak didik yg merasa terbebani dan mempengaruhi psikologi anak.

Kemudina, adanya tambahan biaya rumah tangga untuk menyiapkan paket internet padahal persoalan untuk memenuhi ekonomi rumah tangga saja sangat sulit.

Belum lagi, masih banyaknya anak didik yang tidak memiliki perangkat pendukung belajar daring (komputer/laptop atau handphone maupun dana untuk paket internet),

Kondisi itu diperparah oleh jangkauan jaringan internet dan jaringan listrik masih banyak kendala terutama di daerah-daerah yang jauh dari sarana prasarana publik tersebut,

Bahkan kesulitan guru dalam beradaptasi maupun mengembangkan metodologi pembelajaran agar substansi mata pelajaran yang diberikan dapat dipahami oleh anak didik dan banyak masih persoalan lainnya.

Belum lagi permasalahan yg lebih kompleks yang dihadapi pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, di Sekolah Luar Biasa (SLB) misalnya, ironis dan memilukan.

Permasalahan pendidikan di masa normal (sebelum pandemi Covid 19), sejak Indonesia Merdeka sampai saat ini saja masih sangat banyak dan kompleks.

Mulai dari minimnya sarana prasarana pendidikan, kurikulum pendidikan nasional, kualitas output pendidikan, maupun persoalan kompetensi dan profesionalisme guru, dan masih banyak permasalahan lainnya.

Padahal pada masa pembelajaran konvensional saja, output dan kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri.

Apatah lagi dengan penerapan pembelajaran di era new normal, yang tidak saja membatasi bahkan nyaris menghilangkan interaksi langsung antara pendidik dan anak didik.

Ruh pendidikan justru antara lain didapat dan diberikan melalui interaksi langsung antara pendidik dan anak didik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved