Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Simalakama Bernama Era New Normal

Proses belajar mengajar di masa era new normal pandemi Covid 19 bagaikan makan buah simalakama, dilematis dan ironis.

KOMPAS.COM
Novi harus numpang belajar online di rumah teman karena tak punya ponsel pintar 

Kondisi itu diperparah oleh jangkauan jaringan internet dan jaringan listrik masih banyak kendala terutama di daerah-daerah yang jauh dari sarana prasarana publik tersebut,

Bahkan kesulitan guru dalam beradaptasi maupun mengembangkan metodologi pembelajaran agar substansi mata pelajaran yang diberikan dapat dipahami oleh anak didik dan banyak masih persoalan lainnya.

Belum lagi permasalahan yg lebih kompleks yang dihadapi pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, di Sekolah Luar Biasa (SLB) misalnya, ironis dan memilukan.

Permasalahan pendidikan di masa normal (sebelum pandemi Covid 19), sejak Indonesia Merdeka sampai saat ini saja masih sangat banyak dan kompleks.

Mulai dari minimnya sarana prasarana pendidikan, kurikulum pendidikan nasional, kualitas output pendidikan, maupun persoalan kompetensi dan profesionalisme guru, dan masih banyak permasalahan lainnya.

Padahal pada masa pembelajaran konvensional saja, output dan kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri.

Apatah lagi dengan penerapan pembelajaran di era new normal, yang tidak saja membatasi bahkan nyaris menghilangkan interaksi langsung antara pendidik dan anak didik.

Ruh pendidikan justru antara lain didapat dan diberikan melalui interaksi langsung antara pendidik dan anak didik.

Pendidik bagi anak didik adalah suri tauladan, akan didengar ucapan dan ajarannya, akan diikuti sikap dan tindak tanduknya.

Sebaliknya pendidik akan dapat melihat secara utuh bagaimana kondisi anak didiknya.

Halaman
1234
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved